Loading...
IPS Kelas 8 Kurikulum MerdekaKelas 8 Kurikulum MerdekaKurikulum MerdekaSMP Kurikulum Merdeka

Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa

Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa

Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa

Halo adik-adik berjumpa lagi di Portal Edukasi.

Pada kesempatan sebelumnya Admin telah membahas tentang Rangkuman Materi IPS Kelas 8 Tema 2.

Pada kesempatan kali ini, Admin akan membagikan materi baru nih untuk Kurikulum Merdeka terbaru.

Pada materi kali ini akan membahas tentang Rangkuman Materi IPS Kelas 8 Tema 3 : Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa.

Namun karena ini sangat panjang ya jadi Admin bagi beberapa sub-bab sesuai di buku paket ok?

Kita mulai dari Sub-Bab 1 yaitu Penjelajahan Samudra, Kolonialisme, dan Imperialisme di Indonesia

 

 

KURIKULUM MERDEKA

Rangkuman IPS Kelas 8 Tema 3

Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa

Sub-Bab 1: Penjelajahan Samudra, Kolonialisme, dan Imperialisme di Indonesia

 

Kondisi Geografis terhadap Penjelajahan Samudra

Kita tahu bahwa Indonesia secara geografis terletak di antara 2 benua dan 2 samudra yaitu Benua Asia-Australia dan Samudra Hindia-Pasifik.

Nah kondisi tersebut menyebabkan Indonesia sangat luas, kekayaan melimpah, dan kaya akan berbagai budaya.

Terutama Indonesia terkenal dengan kekayaan rempah-rempah yang beraneka ragam sehingga menjadi daya tarik bangsa-bangsa lain datang ke Indonesia.

Ada beberapa faktor pendorong bangsa Barat datang ke Indonesia, yaitu:

  • Mencari rempah-rempah
  • Motivasi 3G
  • Revolusi Industri

Motivasi 3G itu terdiri dari:

  • Gold = mencari kekayaan
  • Glory = mencari kejayaan
  • Gospel = menyebarkan agama Nasrani

 

Kedatangan Bangsa Barat di Indonesia

Nah diawal bagian ini dibuku paket, ada infografis tentang awal mula kedatangan bangsa barat dan disuruh mencari sendiri haha.

Disini Admin sajikan langsung ya!

Dalam pembahasan ini kita akan mengenal tentang kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia, yaitu:

  • Kedatangan Bangsa Portugis di Maluku
  • Ekspedisi Bangsa Inggris
  • Kedatangan Bangsa Belanda di Jayakarta (Jakarta)

Mari kita pelajari lebih lanjut.

 

Kedatangan Bangsa Portugis di Maluku

Perjalanan bangsa Portugis mencari sumber rempah-rempah diawali dari kota Lisabon, Portugis.

Pada tahun 1486, Bartolomeus Diaz melakukan pelayaran pertama menyusuri pantai barat Afrika.

Ia bermaksud melakukan pelayaran ke India, namun gagal.

Portugis mencapai Malaka pada tahun 1511 di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque.

Ia berhasil menguasai Malaka dan Myanmar.

Selanjutnya Portugis menjalin hubungan dagang dengan Maluku.

Pada tahun 1512, bangsa Portugis telah berhasil sampai di Maluku di bawah pimpinan Antonio de Abreu dan Fransisco Serao.

 

Ekspedisi Bangsa Inggris

Persekutuan dagang milik Inggris diberi nama EIC (East Indian Company).

Di dalamnya bergabung para pengusaha Inggris.

Walaupun Inggris tiba di Kepulauan Nusantara, pengaruhnya tidak terlalu banyak seperti halnya Belanda.

Hal ini disebabkan EIC terdesak oleh Belanda, sehingga Inggris menyingkir ke India/Asia Selatan dan Asia Timur.

 

Kedatangan Bangsa Belanda di Jayakarta (Jakarta)

Seorang pelaut Belanda Cornelis de Houtman memimpin ekspedisi ke Indonesia.

Pada tahun 1595, armada de Houtman mengarungi ujung selatan Afrika, selanjutnya terus menuju ke arah timur melewati Samudra Hindia.

Pada tahun 1596, armada de Houtman tiba di Pelabuhan Banten melalui Selat Sunda.

Kedatangan Houtman di Indonesia kemudian disusul ekspedisi-ekspedisi lainnya.

Dengan banyaknya pedagang Belanda di Indonesia maka muncullah persaingan di antara mereka sendiri.

Untuk mencegah persaingan yang tidak sehat, pada tahun 1602 didirikan Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC/Perserikatan Maskapai Hindia Timur) yang merupakan merger (penggabungan) dari beberapa perusahaan dagang Belanda.

Gubernur Jenderal pertama VOC adalah Pieter Both.

Ia mendirikan pusat perdagangan VOC pertama kali di Ambon, Maluku.

Namun kemudian, pusat dagang dipindahkan ke Jayakarta (Jakarta) karena VOC memandang bahwa Jawa lebih strategis sebagai lalu-lintas perdagangan.

Jayakarta oleh VOC diubah namanya menjadi Batavia.

VOC memiliki kewenangan dan hak istimewa, yaitu:

  • Melakukan monopoli perdagangan di wilayah antara Tanjung Harapan sampai Selat Magelhaens, termasuk Nusantara.
  • Membentuk angkatan perang sendiri
  • Melakukan peperangan
  • Mengadakan perjanjian dengan raja setempat
  • Mencetak dan mengeluarkan mata uang sendiri
  • Mengangkat pegawai sendiri
  • Memerintah di negeri jajahan

Nah VOC ini melakukan monopoli perdagangan ya!

Monopoli adalah penguasaan pasar yang dilakukan oleh satu atau sedikit perusahaan.

Nah dalam melaksanakan monopoli perdagangan, VOC seringkali melakukan siasat devide et impera yaitu siasat adu domba.

 

Kebijakan-Kebijakan Saat Penjajahan

Selain VOC yang melakukan monopoli perdagangan, ada kebijakan lain yang dilakukan para penjajah yang menyebabkan kesengsaraan bagi bangsa Indonesia.

Kerja rodi atau kerja paksa yang dilakukan Belanda sangat menyengsarakan Indonesia.

Jalur Anyer–Panarukan merupakan salah satu hasil kerja paksa pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels (1808-1811).

Jalur tersebut memanjang lebih dari 1.000 kilometer dari Cilegon (Banten), Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Pati, Surabaya, Probolinggo, hingga Panarukan (Jawa Timur).

Kebayang ga tuh 1.000 kilometer ngebuat jalan hanya pakai alat seadanya?

Kejam banget mereka ya!

Kemudian ada juga istilah sistem tanam paksa atau Cultuur Stelsel yang dilakukan oleh Van Den Bosch pada tahun 1830.

Praktik-praktik penekanan dan pemaksaan terhadap rakyat pada sistem tanam paksa, antara lain:

  • Menurut ketentuan, tanah yang digunakan untuk tanaman wajib hanya 1/5 dari tanah yang dimiliki rakyat. Namun kenyataannya, selalu lebih bahkan sampai ½ bagian dari tanah yang dimiliki rakyat.
  • Kelebihan hasil panen tanaman wajib tidak pernah dibayarkan.
  • Waktu untuk kerja wajib melebihi dari 66 hari, dan tanpa imbalan yang memadai.
  • Tanah yang digunakan untuk tanaman wajib tetap dikenakan pajak.

Karena hal ini menyebabkan kelaparan dan penyakit kekurangan gizi.

Banyak kecaman yang muncul atas kebijakan ini terutama pada tahun 1870, bahkan dari orang Belanda sendiri, antaralain:

  • Baron van Hoevel
  • E.F.E. Douwes Dekker (Multatuli)
  • L. Vitalis

Sehingga keluarlah Undang-Undang Agraria (Agrarische Wet) yang mengatur tentang prinsip-prinsip politik tanah di negeri jajahan yang menegaskan bahwa pihak swasta dapat menyewa tanah, baik tanah pemerintah maupun tanah penduduk.

 

Perlawanan terhadap Persekutuan Dagang

Nah disini di buku paket lagi-lagi kalian disuruh mencari sendiri, jadi Admin sajikan langsung ya.

Ada beberapa perlawanan, antaralain:

  • Perlawanan Sultan Baabullah
  • Perlawanan Rakyat Aceh
  • Serangan Mataram
  • Perlawanan Sultah Hasanuddin

Kita bahas satu per satu ya!

Sultan Baabullah Mengusir Portugis

Konflik antara kerajaan di Indonesia dan persekutuan atau kongsi dagang Barat terjadi sejak para kongsi dagang menunjukkan kecongkakannya.

Pada tahun 1529 terjadi perang antara Tidore dan Portugis.

Penyebab utamanya adalah Portugis menghalang-halangi perdagangan Banda dengan Tidore.

Dalam perang tersebut, Portugis berhasil mengadu domba Kerajaan Ternate dan Tidore.

Portugis mendapat dukungan dari Ternate dan Bacan.

Akhirnya, Portugis mendapat kemenangan.

Pada tahun 1570, bertempat di Benteng Sao Paolo, terjadi perundingan antara Sultan dan Portugis.

Namun, pada saat perundingan berlangsung tanpa disangka-sangka tiba-tiba Portugis menangkap Sultan Hairun dan pada saat itu juga membunuhnya.

Kelicikan dan kejahatan Portugis tersebut menimbulkan kemarahan rakyat Maluku.

Sultan Baabullah (putera Sultan Hairun) dengan gagah melanjutkan perjuangan ayahandanya dengan memimpin perlawanan.

Pada saat bersamaan, Ternate dan Tidore bersatu melancarkan serangan terhadap Portugis.

Akhirnya, pada tahun 1575, Portugis berhasil diusir dari Ternate.

 

Perlawanan Aceh

Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1639), armada Aceh telah disiapkan untuk menyerang kedudukan Portugis di Malaka.

Pada tahun 1629, Aceh mencoba menaklukkan Portugis, tetapi penyerangan yang dilakukan Aceh ini belum berhasil mendapat kemenangan.

Meskipun demikian, Aceh masih tetap berdiri sebagai kerajaan yang merdeka.

 

Ketangguhan “Ayam Jantan dari Timur”

Sultan Hasanuddin adalah Raja Gowa di Sulawesi Selatan.

Sultan Hasanuddin memiliki gelar yaitu “Ayam Jantan dari Timur”.

Suatu ketika, Kerajaan Gowa (Sultan Hasanuddin) dan Bone (Arung Palaka) berselisih paham.

Hal ini dimanfaatkan VOC dengan mengadu domba kedua kerajaan tersebut.

Sultan Hassanuddin dipaksa menandatangani Perjanjian Bongaya pada 18 November 1667.

Isi dari perjanjian Bongaya sebagai berikut:

  • Belanda memperoleh monopoli dagang rempah-rempah di Makassar
  • Belanda mendirikan benteng pertahanan di Makassar
  • Makassar harus melepaskan daerah kekuasaannya berupa daerah di luar Makassar
  • Aru Palaka diakui sebagai Raja Bone

 

Serangan Mataram terhadap VOC

Perselisihan antara Mataram dan Belanda terjadi karena nafsu monopoli Belanda.

Pada tanggal 8 November 1618, Gubernur Jenderal VOC Jan Pieterzoon Coen memerintahkan van der Marct menyerang Jepara.

Peristiwa tersebut memperuncing perselisihan antara Mataram dan Belanda.

Raja Mataram Sultan Agung segera mempersiapkan penyerangan terhadap kedudukan VOC di Batavia.

Serangan pertama dilakukan pada tahun 1628.

Pasukan Mataram dipimpin Tumenggung Baurekso, yang tiba di Batavia tanggal 22 Agustus 1628.

Selanjutnya, menyusul pasukan Tumenggung Sura Agul-Agul, dan kedua bersaudara yaitu Kiai Dipati Mandurejo dan Upa Santa.

Serangan pertama yang dilakukan oleh Mataram gagal sehingga terpaksa pasukan ditarik kembali ke Mataram tanggal 3 Desember 1628.

Mataram segera mempersiapkan serangan kedua, dengan pimpinan Kyai Adipati Juminah, K.A. Puger, dan K.A. Purbaya.

Serangan dimulai pada tanggal 1 Agustus dan berakhir 1 Oktober 1629.

Namun, serangan kedua ini pun gagal.

 

Perlawanan terhadap Pemerintah Hindia Belanda

Dalam materi ini kita akan membahas tiga perlawanan, yaitu:

  • Perang Paderi di Sumatra Barat (1821-1838)
  • Perang Aceh
  • Perang Diponegoro (1825-1830)

Kita bahas satu per satu ya!

 

Perang Paderi di Sumatra Barat (1821-1838)

Perlawanan kaum Padri dengan sasaran utama Belanda meletus tahun 1821.

Kaum Padri dipimpin oleh:

  • Tuanku Imam Bonjol (M Syahab),
  • Tuanku nan Cerdik,
  • Tuanku Tambusai,
  • Tuanku nan Alahan.

Perlawanan kaum Padri berhasil membuat Belanda terpojok.

Pada saat bersamaan Belanda sedang menghadapi perlawanan Pangeran Diponegoro (1825-1830).

Belanda pun mengajak kaum Padri berdamai, yang diwujudkan di Bonjol tanggal 15 November 1825.

Kemudian Belanda hanya fokus terhadap perlawanan Pangeran Dipenogoro, setelah menang melawan Pangeran Dipenogoro Belanda kembali menyerang kaum Padri.

Belanda menerapkan sistem pertahanan Benteng Stelsel.

Benteng Fort de Kock di Bukit tinggi dan Benteng Fort van der Cappelen merupakan dua benteng pertahanannya.

Dengan siasat tersebut, Belanda akhirnya menang, yang ditandai dengan jatuhnya benteng pertahanan terakhir Padri di Bonjol tahun 1837.

Tuanku Imam Bonjol ditangkap, kemudian diasingkan ke Priangan, kemudian ke Ambon, dan terakhir di Menado hingga wafat tahun 1864.

 

Perang Aceh

Traktat London tahun 1871 menyebut Belanda menyerahkan Sri Lanka kepada Inggris, dan Belanda mendapat hak atas Aceh.

Belanda membakar Masjid Baiturrahman yang menjadi benteng pertahanan Aceh pada 5 April 1873.

Semangat jihad (perang membela agama Islam) menggerakkan perlawanan rakyat Aceh.

Belanda sama sekali tidak mampu menghadapi secara fisik perlawanan rakyat Aceh.

Belanda mengutus Dr. Snouck Hurgronje yang memakai nama samaran Abdul Gafar, ia dimintai masukan atau rekomendasi tentang cara-cara mengalahkan rakyat Aceh.

Menurut Hurgonje taktik yang paling mujarab adalah dengan mengadu domba antara golongan Uleebalang (bangsawan) dan kaum ulama.

Belanda memberikan tawaran kedudukan kepada para Uleebalang apabila kaum ulama dapat dikalahkan.

Sejak tahun 1898, kedudukan Aceh semakin terdesak.

Belanda mengumumkan berakhirnya Perang Aceh pada tahun 1904.

Namun demikian, perlawanan seporadis rakyat Aceh masing berlangsung hingga tahun 1930an.

 

Perang Diponegoro (1825-1830)

Perang Diponegoro merupakan salah satu perang besar yang dihadapi Belanda.

Pajak-pajak yang diterapkan pemerintah Hindia Belanda dan kebijakan ekonomi lainnya menjadi sumber penderitaan rakyat, yang ikut juga melatarbelakangi Perang Diponegoro.

Salah satu bukti campur tangan politik Belanda adalah dalam urusan politik Kerajaan Yogyakarta terjadi ketika pada tahun 1822 Hamengkubuwono IV wafat.

Berbagai kegelisahan dan penderitaan yang lama berlangsung dipicu oleh berbagai peristiwa yang membuat rakyat marah.

Pada tanggal 20 Juli 1825, Tegalrejo yang menjadi basis pengikut Diponegoro direbut dan dibakar Belanda.

Perang Jawa dikumandangkan (1825-1830) untuk mengusir Belanda.

Perlawanan tersebut menular sampai Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Belanda menerapkan siasat Benteng- Stelsel.

Dengan sistem ini, Belanda mampu memecah belah jumlah pasukan musuh.

Belanda berhasil menangkap Kyai Maja dan Pangeran Mangkubumi.

Belanda kemudian juga berhasil meyakinkan panglima Sentot Prawiryodirjo untuk membuat perjanjian perdamaian.

Pada bulan Maret 1830, Diponegoro bersedia mengadakan perundingan dengan Belanda di Magelang, Jawa Tengah.

Perundingan tersebut hanya sebagai jalan tipu muslihat karena ternyata Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Manado, kemudian ke Makassar hingga wafat tahun 1855.

Setelah berakhirnya Perang Jawa (Diponegoro), tidak ada lagi perlawanan yang besar di Jawa.

 

Masa Pendudukan Jepang

Awal mula tujuan Jepang menguasai Indonesia ialah untuk kepentingan ekonomi dan politik.

Pada tanggal 8 Desember 1941, Jepang melakukan penyerangan terhadap pangkalan militer AS di Pearl Harbour.

Pada tanggal 11 Januari 1942, Jepang mendaratkan pasukannya di Tarakan, Kalimantan Timur.

Jepang menduduki kota minyak Balikpapan pada tanggal 24 Januari.

Jepang berhasil menguasai Palembang pada tanggal 16 Februari 1942.

Pulau Jawa berhasil dikuasai Jepang pada tanggal 5 Maret 1942.

Setelah melakukan berbagai pertempuran, Belanda akhirnya menyerah tanpa syarat kepada Jepang pada tanggal 8 Maret 1942 di Kalijati, Subang-Jawa Barat.

Surat perjanjian serah terima kedua belah pihak ditandatangani oleh Letnan Jenderal Ter Poorten (Panglima Angkatan Perang Belanda) dan diserahkan kepada Letnan Jenderal Imamura (pimpinan pasukan Jepang).

Sejak saat itu seluruh Indonesia berada di bawah kekuasan Jepang.

Jepang melakukan propaganda dengan semboyan “Tiga A”, yaitu:

  • Jepang Pemimpin Asia
  • Jepang Pelindung Asia
  • Jepang Cahaya Asia

Ada beberapa kebijakan pada masa pendudukan Jepang, yaitu:

  • Membentuk Organisasi Sosial, seperti:
    • Pusat Tenaga Rakyat (Putera) pada tanggal 1 Maret 1943
    • Jawa Hokokai (Gerakan Kebaktian Jawa) pada tahun 1944
  • Membentuk Organisasi Militer, seperti:
    • Seinendan: pemuda prajurit perang usia 14-22 tahun.
    • Fujinkai: himpunan kaum wanita di atas 15 tahun untuk terikat dalam latihan semimiliter.
    • Keibodan: barisan pembantu polisi laki-laki berumur 20-25 tahun.
    • Heiho (1943): organisasi prajurit pembantu tentara Jepang.
    • Peta: pasukan gerilya yang membantu Jepang melawan serangan musuh tiba-tiba.
  • Romusha
  • Eksploitasi Kekayaan Alam

 

Perubahan Masyarakat Akibat Penjajahan Bangsa Barat dan Pendudukan Jepang

Secara umum kita bisa membagi dua sesuai judul ya perubahan masyarakat akibat penjajahan.

Yang pertama karena Penjajahan Bangsa Barat, yang kedua karena Pendudukan Jepang.

Secara garis besar perubahan pada masa penjajahan bangsa Barat yaitu:

  • Perluasan Penggunaan Lahan
  • Persebaran Penduduk dan Urbanisasi
  • Pengenalan Tanaman Baru
  • Penemuan Tambang-Tambang
  • Transportasi dan Komunikasi
  • Perkembangan Kegiatan Ekonomi
  • Mengenal Uang
  • Perubahan dalam Pendidikan dengan munculnya banyak sekolah dan universitas
  • Perubahan dalam Aspek Politik
  • Perubahan dalam Aspek Budaya, udah sangat jelas mulai dari bahasa, pakaian, bangunan, hingga agama.

Kemudian pada masa Pendudukan Jepang:

  • Perubahan dalam Aspek Geografi
  • Perubahan dalam Aspek Ekonomi
  • Perubahan dalam Aspek Pendidikan
  • Perubahan dalam Aspek Politik
  • Perubahan dalam Aspek Budaya

Dalam aspek geografis, Jepang kala itu berambisi untuk memenangkan Perang Dunia ke II, hal ini membuat Jepang menjadikan Indonesia sebagai salah satu basisnya dalam menghadapi tentara Sekutu.

Indonesia memiliki tanaman jarak untuk dikembangkan sebagai bahan produksi minyak yang dibutuhkan sebagai mesin perang.

Selain itu banyak rakyat Indonesia membantu pasukan Jepang di beberapa negara Asia Tenggara untuk membantu perang Jepang.

Sedangkan dalam aspek ekonomi, Indonesia mengalami kemunduran karena beberapa hal, seperti:

  • Terputusnya hubungan perdagangan internasional
  • Pembatasan ekspor
  • Wajib setor padi
  • Tingginya pajak

Kemudian dalam aspek Pendidikan, Indonesia mengalami kemunduran juga.

Sebagai contoh, gedung sekolah dasar menurun dari 21.500 menjadi 13.500 buah; gedung sekolah lanjutan menurun dari 850 menjadi 20 buah.

Kegiatan perguruan tinggi macet.

Bahasa Jepang menjadi bahasa utama, sedangkan Bahasa Indonesia hanya bahasa pengantar.

Doktrin Nippon Seishin juga di kenalkan mulai dari SD!

Dalam aspek Politik, Indonesia mengalami kemunduran juga.

Jepang melarang dan membubarkan semua organisasi pergerakan politik yang pernah ada di masa kolonial Belanda.

Kempetai selalu memata-matai gerak-gerik organisasi pergerakan nasional.

Dalam aspek Budaya, Jepang berusaha ‘menjepangkan’ Indonesia.

Ajaran Shintoisme diajarkan pada masyarakat Indonesia.

Kebiasaan menghormat matahari dan menyanyikan lagu Kimigayo merupakan salah satu pengaruh pada masa pendudukan Jepang.

 

Apabila kalian sudah cukup memahami materi ini, coba juga latihan soal materi ini pada link dibawah ini:

 

Latihan Soal IPS IPS Kelas 8 Tema 3 Sub-Bab 1

 

Sekian rangkuman yang dapat Admin bagikan kali ini tentang rangkuman Materi IPS Kelas 8 Tema 3 Sub-Bab 1: Penjelajahan Samudra, Kolonialisme, dan Imperialisme di Indonesia.

Jangan lupa share ke teman teman kalian apabila kalian merasa artikel ini bermanfaat untuk kalian.

Selalu kunjungi Portal Edukasi untuk rangkuman materi lainnya ya.

Baca Juga:  Rangkuman Materi IPS Kelas 8 Tema 3 Sub-Bab 2 Pergerakan Kebangsaan Menuju Kemerdekaan
4.3 8 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

4 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
lecas

kak/bang pak/bu yg punya web ini bisakah menyediakan pdf juga agar bisa dibaca oflen klo gk da paket huhu :>

anastasia mi

bisa copy filenya

Nay

Terimakasih kak!! sangat membantu buat aku yang ga suka baca panjang2
Lope banyak buat yg bkin !!!!

Last edited 5 days ago by Nay
Udin

Tenkyuu kakak

error: Maaf Dilarang Copas Ya :)
4
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x