Loading...
Kelas 12PAI Kelas 12Rangkuman MateriSemester 2SMA/K

Rangkuman Materi PAI Kelas 12 Bab 9

rangkuman materi pai kelas 12 bab 9

Rangkuman Materi PAI Kelas 12 Bab 9

Halo adik-adik berjumpa lagi di Portal Edukasi.

Pada kesempatan lalu Admin telah membagikan rangkuman Materi PAI Kelas 12 Bab 8: Meraih Berkah dengan Mawaris.

Pada kesempatan kali ini, Admin akan membagikan materi baru nih.

Yaitu rangkuman Materi PAI Kelas 12 Bab 9: Rahmat Islam bagi Nusantara

Yuk mari disimak!

 

Rangkuman Materi PAI Kelas 12 Bab 9

Rahmat Islam bagi Nusantara

 

Masuknya Islam ke Nusantara

Menurut Ahmad Mansur Suryanegara ada tiga teori masuknya Islam Ke Nusantara, yaitu:

  • teori Gujarat
  • teori Mekah
  • teori Persia

Dalam teori Gujarat, Islam dipercayai datang dari wilayah Gujarat – India melalui peran para pedagang India muslim pada sekitar abad ke-13 M.

Dalam teori Mekah, Islam dipercaya tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah melalui jasa para pedagang Arab muslim sekitar abad ke-7 M.

Dalam teori Persia, Islam tiba di Indonesia melalui peran para pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya singgah ke Gujarat sebelum ke Nusantara sekitar abad ke-13 M.

Bila kita lihat dari ketiga teori tersebut, maka teori Mekah yang paling masuk akal karena saat itu Rasulullah masih hidup.

Secara ilmiah, teori Mekah yang menyatakan Islam masuk ke Nusantara lebih awal, lebih penting untuk dibuktikan.

Ada beberapa bukti yang mendukung teori Mekah, antaralain:

  • Jauh sebelum Nabi Muhammad saw. menerima wahyu, telah terjadi kontak dagang antara para pedagang Cina, Nusantara, dan Arab.
  • Peter Bellwood menemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa sebelum abad kelima masehi (yang berarti Nabi Muhammad saw. belum lahir), beberapa jalur perdagangan utama telah berkembang menghubungkan kepulauan Nusantara dengan Cina.
  • Adanya jalur perdagangan utama dari Nusantara-terutama Sumatera dan Jawa-dengan Cina juga diakui oleh sejarawan G.R. Tibbetts.
  • Ditemukannya perkampungan Arab muslim di Barus pada abad ke-1 H./7 M.
  • dll

Strategi Dakwah Islam di Nusantara

Strategi dakwah Islam di Nusantara dilakukan melalui beberapa cara, yaitu:

  • Perdagangan
  • Perkawinan
  • Pendidikan
  • Kesenian
  • Tasawuf
  • Politik

 

Perkembangan Dakwah Islam di Nusantara

Berdasarkan bukti-bukti yang ada, teori Mekah cukup meyakinkan untuk dipilih, yaitu bahwa agama Islam sudah masuk ke wilayah Nusantara dari abad ke-1 H. ( ke-7 M).

Namun saat itu perkembangannya masih belum pesat dan meluas.

Pada abad-abad selanjutnya baru terjadi perkembangan lebih pesat, terutama setelah abad ke-7 H. (ke-13 M).

Seperti:

  • Perkembangan Islam di Sumatera, yaitu bermula dari Pasai, Aceh Utara
  • Perkembangan Islam di Kalimantan,Maluku, dan Papua
  • Perkembangan Islam di Sulawesi
  • Perkembangan Islam di Nusa Tenggara
  • Perkembangan Islam di Pulau Jawa

 

Kerajaan Islam di Nusantara

Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah kerajaan Samudera Pasai yang terletak di pesisir timur laut Aceh, kabupaten Lhok Seumawe atau Aceh Utara sekarang.

Kawasan Aceh yang strategis menjadikan Aceh sebagai tempat pertemuan para pedagang dari berbagai daerah di Nusantara dan luar negeri.

Lahirnya kerajaan ini diperkirakan sekitar pertengahan abad ke-13 M dan berakhir pada tahun 1524 M.

Raja pertamanya adalah Sultan Malik Al-Saleh.

Kerajaan Aceh

Pendiri kerajaan Aceh adalah Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1528M)

Pada masa sultan ini, Aceh bekerja sama dengan Portugis dan meluaskan wilayah kekuasaan sampai daerah Pidie.

Berikutnya adalah Sultan Alauddin Riayat Syah.

Sultan ini bergelar Al-Qahar.

Berbeda dengan sultan sebelumnya, Sultan Alauddin Riayat Syah justru berusaha melawan Portugis.

Kerajaan Aceh mencapai pucak kejayaan pada masa pemerintahan Iskandar Muda.

Pada masa sultan Iskandar Muda disusun suatu undang-undang tentang tata pemerintahan yang disebut Adat Makuta Alam.

Sultan Iskandar Muda wafat pada tahun 1636 M.

Semenjak Sultan Iskandar Muda wafat, Aceh terus menerus mengalami kemunduran.

Kerajaan Demak

Kerajaan Demak terletak di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Kerajaan ini merupakan kerajaan Islam pertama dan terbesar di pesisir utara Jawa.

Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1478 M.

Pada tahun 1518 M, Raden Patah digantikan oleh putranya yang bernama Pati Unus.

Sebelum menduduki tahta, Pati Unus pernah memimpin armada laut Demak dalam menyerang Portugis di Malaka namun gagal.

Setelah kembali dari pertempuran, ia mendapat gelar Pangeran Sabrang Lor.

Kekuasaan Kerajaan Demak berakhir pada tahun  1568 M.

Joko Tingkir memindahkan pusat Kerajaan Demak dari Demak ke Pajang.

Kerajaan Pajang

Kerajaan Pajang terletak di  daerah Kartasura.

Raja pertamanya adalah Jaka Tingkir.

Jaka Tingkir bergelar Sultan Hadiwijaya.

Kerajaan ini berakhir pada 1586 M, setelah Sutawijaya memindahkan pusat pemerintahan ke Mataram.

Kerajaan Mataram Islam

Kerajaan Mataram Islam berdiri pada tahun 1586 M.

Raja pertamanya adalah Sutawijaya.

Sutawijaya bergelar Senapati Ingalaga Sayidin Panatagama, yang artinya Panglima Perang dan Ulama Pengatur Kehidupan Beragama.

Pusat kerajaan ini terletak di Kotagede, Yogyakarta.

Kerajaan Mataram mencapai puncak kejayaan dibawah kekuasaan Sultan Agung Hanyakrakusuma.

Beberapa prestasi Sultan Agung:

  • Memperluas wilayah kekuasaan meliputi Jawa-Madura, Palembang, Jambi, dan Banjarmasin.
  • Mengatur dan mengawasi wilayahnya yang luas itu langsung dari pemerintah pusatnya.
  • Melakukan kegiatan ekonomi yang bercorak agraris dan maritim.
  • Melakukan mobilisasi militer secara besar-besaran.
  • Mengubah perhitungan tahun Jawa Hindu(Saka) menjadi tahun Islam (hijriyah).
  • Menyusun karya sastra yang cukup terkenal, yaitu Sastra Gending dan Kitab Suluk.
  • Menyusun kitab undang-undang yang merupakan perpaduan dari hukum Islam dengan adat istiadat Jawa yang disebut Surya Alam.
Kerajaan Cirebon

Kasultanan Cirebon didirikan oleh Syarief Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.

Dengan bantuan Fatahillah, kesultanan Cirebon dapat meluaskan kekuasaannya meliputi Jayakarta dan Pajajaran.

Ketika Sunan Gunung Jati menua, Kesultanan Cirebon diserahkan kepada putranya Pangeran Muhammad Arifin dengan gelar Pangeran Pasarean.

Sepeninggal Pangeran Pasarean, kedudukan Sultan diserahkan kepada Pangeran Sebakingking atau yang bergelar Sultan Maulana Hasanuddin.

Pada abad ke-17 terjadi perselisihan dalam keluarga, sehingga kesultanan Cirebon pecah menjadi dua yaitu Kasepuhan dan Kanoman.

Kerajaan Banten

Daerah Banten di-Islamkan oleh Sunan Gunung Jati.

Pemerintahan dipegang oleh Sultan Maulana Hasanuddin.

Setelah Sultan Hasanuddin meninggal, ia digantikan oleh putranya Maulana Yusuf.

Kesultanan Banten mencapai masa keemasan pada masa Sultan Ageng Tirtayasa.

Akhir pemerintahan Sultan Ageng ditandai dengan persengketaan dengan putranya Sultan Haji yang bersekongkol dengan Belanda.

Kerajaan Makassar

Kerajaan Gowa terbentuk dari sembilan komunitas yang sepakat untuk membentuk sebuah kerajaan.

Kerajaan Gowa mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-16.

Kerajaan ini populer dengan sebutan kerajaan kembar Gowa dan Tallo.

Dua kerajaan telah menyatakan ikrar bersama, yang terkenal dalam pribahasa Rua Karaeng Na Se’re Ata.

Maka dikenal dengan Kerajaan Makassar.

Pemerintah kerajaan Gowa mencapai puncaknya dibawah kekuasaan Manauntungi Daeng Matolla Karaeng Ujung Karaeng Lakiung Sultan Malikulsaid atau yang lebih dikenal dengan Sultan Malikulsaid.

Sultan Malikulsaid wafat pada tanggal 16 November 1653 dan digantikan oleh Sultan Hasanuddin.

Sultan Hasanuddin sangat menentang Belanda.

Sehingga sering terjadi peperangan yang akhirnya menjadi perang terbuka.

Dalam peperangan tersebut Belanda sering mengalami kesulitan dalam menundukkan Makassar, sehingga Belanda memperalat Aru Palaka (Raja Bone) untuk mengalahkan Makassar.

Sejak kekalahan Gowa dengan Belanda terutama setelah hancurnya Benteng Somba Apu, pada akhirnya keagungan Gowa mulai mengalami kemunduran.

Kerajaan Ternate 

Kerajaan Ternate berdiri pada abad ke-13.

Kerajaan Ternate yang paling maju dibandingkan kerajaan lainnya di wilayah tersebut.

Kerajaan Ternate memiliki banyak rempah-rempah.

Menurut catatan orang Portugis, raja di Maluku yang pertama memeluk Islam adalah Gapi Baguna atau Sultan Mahrum.

Setelah wafat beliau digantikan oleh Zainal Abidin.

Setelah Zainal Abidin yang memerintah adalah Sultan Sirullah, Sultan Khairun, dan Sultan Baabullah.

Kerajaan Tidore

Kerajaan Tidore adalah kerajaan Islam yang berpusat di Kota Tidore.

Raja Tidore pertama adalah Syahadati atau Muhammad Naqal.

Kerajaan Tidore mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Nuku.

Pada masa ini pula Ternate dan Tidore berhasil bersatu kembali.

 

Gerakan Pembaruan Islam di Indonesia

Secara garis besar ada dua bentuk gerakan pembaharuan Islam di Indonesia yaitu:

  • Gerakan pendidikan sosial
  • Gerakan politik

Contoh dari gerakan pendidikan sosial adalah:

  • Sekolah Thawalib
  • Jamiat Khair
  • Al-Irsyad
  • Persyarikatan Ulama
  • Nahdatul Ulama (NU)
  • Muhammadiyah

Contoh dari gerakan politik adalah:

  • Persaudaraan Muslimin Indonesia (Permi)
  • Sarekat Islam (SI)
  • Partai Islam Indonesia (PII)

 

Apabila kalian sudah cukup memahami materi ini, coba juga latihan soal materi ini pada link dibawah ini:

 

Latihan Soal PAI Kelas 12 Bab 9

 

Sekian rangkuman yang dapat Admin bagikan kali ini tentang rangkuman Materi PAI Kelas 12 Bab 9.

Jangan lupa share ke teman teman kalian apabila kalian merasa artikel ini bermanfaat untuk kalian.

Selalu kunjungi Portal Edukasi untuk rangkuman materi lainnya ya.

Baca Juga:  Rangkuman Materi PAI Kelas 12 Bab 10
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Maaf Dilarang Copas Ya :)
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x