Loading...
SMA/KRangkuman Materi

Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 Hikayat

Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 Hikayat

Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 Hikayat

Halo adik adik, bertemu kembali dengan Admin Desi di Portal Edukasi. Pada kesempatan. Pada kesempatan kali ini Admin Desi akan membagikan rangkuman materi Bahasa Indonesia tentang : Hikayat. Yuk mari disimak!

 

Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 Hikayat

 

A. Pengertian

Hikayat adalah cerita yang berkembang disetiap daerah dan menceritakan asal-usul atau legenda yang terjadi disuatu daerah, cerita yang berasal dari masyrakat dan berkembang dimasyrakat.

Cerita rakyat merupakan bagian dari dongeng.

Ciri-ciri hikayat :

1. Cerita rakyat disampaikan secara lisan

2. Disampaikan secara turun menurun

3. Tidak diketahui siapa pertama kali yang membuatnya

4. Kaya nilai-nilai luhur

5. Bersifat tradisional

6. Memiliki banyak versi dan variasi

7. Mempunyai bentuk-bentuk klise dalam susunan atau cara pengungkannya

Fungsi cerita rakyat :

1. Fungsi sarana hiburan yaitu dengan mendengarkan cerita rakyat seperti dongeng, mite atau legenda, kita seakan-akan diajak berkelana kealam lain yang tidak kita jumpai dalam pengalaman hidup sehari-hari itu fungsi buat hiburannya.

2. Fungsi sarana pendidikan yaitu pada dasarnya cerita rakyat ingin menyampaikan pesan atau amanat yang dapat bermanfaat bagi watak dan kepribadian para pendengarnya.

3. Fungsi sarana penggalang rasa kesetia kawanan diantara warga masyrakat yang menjadi pemilik cerita tersebut.

4. Fungsi lain dari cerita rakyat adalah sebagai pengokoh nilai-nilai budaya yang berlaku dalam masyrakat.

Dalam cerita rakyat terkadang ajaran-ajaran etika dan moral bisa dipakai sebagai pedoman bagi masyrakat.

Disamping itu didalamnya juga terdapat larangan dan pantrangan yang perlu dihindari cerita rakyat bagi warga masyrakat pendukungnya bisa menjadi tuntunan tingkah laku dalam pergaulan sosial.

B. Macam-macam cerita rakyat. 

1. legenda merupakan cerita rakyat yang mengisahkan terjadinya suatu tempat atau wilayah

Contoh: cerita malinkungdang, tangkuban parahu.

2. Sage merupakan cerita rakyat yang didasarkan peristiwa sejarah bercampur dengan fantasi rakyat.

3. Mite merupakan cerita rakyat yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap suatu benda yang dipercaya benda gaib.

4. Farabel merupakan cerita rakyat yang tokohnya adalah manusia dan hewan.

5. Fabel merupakan cerita rakyat yang menokohkan binatang sebagai lambing/lambang pengajaran moral.

6. Cerita terbingkai merupakan cerita yang didalamnya terdapat cerita lagi

Contoh:

Fabel : menokohkan binatang sebagai lsmbing pengajuran moral

Farabel : tokohnya adalah manusia dan hewan

Faralel : menggambarkan cerita moral dengan para tokoh benda mati

Fabel : kancil yang cerdik, kancil dan buaya, kura-kura dan kelinci

Paralel : semut dan belalang, kisah sepasang slop

Menurut wilian R baschom. (dalam james dananjaya 1991: 50). Cerita rakyat dibagi menjadi 3 golongan yaitu :

1. Mitos (mite) adalah cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi setelah dianggap suci oleh empunya mite ditokohkan oleh dewa atau makhluk setengah dewa peristiwa terjadi didunia lain atau bukan didunia seperti kita kenal sekarang ini dan terjadi dimasa lampau.

2. Legenda adalah prosa rakyat yang mempunyai ciri yang mirip dengan mite, yaitu dianggap benar-benar terjadi tetapi tidak dianggap suci berbeda dengan mite, legenda ditokohi dengan manusia walaupun ada kalanya sifat-sifat luar biasa dan seringkali juga dibantu makhluk-makhluk gaib tempat terjadinya didunia yang kita kenal dan waktu terjadinya belum terlalu lama.

3. Dongeng adalah prosa rakyat yang dianggap benar-benar oleh empunya yang punya cerita tidak terkait waktu maupun tempat.

 

C. Unsur-unsur cerita rakyat

1. Unsur interinsik adalah unsur yang membangun cerita dari dalam seperti  Tema, alur, latar, tokoh dan penokohan, sudut pandang, dan amanat.

2. Unsur ektrinsi adalah unsur yang berada diluar karya sastra atau cerita namun turut menentukan bentuk dan isi suatu karya atau cerita unsur-unsur ekstrinsi yaitu : agama politik moral aliran pengarang sejarah, sosial budaya.

1. Tema atau ide

Adalah inti atau tema dasar dari sebuah cerita hikayat ide atau tema hikayat biasanya didapat dari kisah-kisah aktual yang terjadi dimasa itu atau juga bisa bersumber dari berbagai kitab keagamaan dan sumber lainnya. Setelah tema ditentukan, pengarang bisa mengembangkan tema atau ide tersebut melalui penokohan,alur,gaya bahasa serta unsur-unsur intrisik lainnya.

2. Sudut pandang

    Adalah posisi atau cara pandang pengarang didalam hikayat tersebut. Pengarang bisa mengambil sudut pandang pertama (sudut pandang tokoh utama), atau sudut pandang orang ketiga (berperan sebagai pencerita atau pengamat dalam hikayat).

3. Penokohan

Merupakan unsur hikayat yang berisi tokoh-tokoh apa saja yang dibuat didalamnya. Tokoh-tokoh dalam cerita hikayat bisa berupa tokoh protagonis (tokoh utama atau tokoh yang dianggap baik dalam hikayat) dan antagonis. Dan tokoh lainnya.

4. Latar

Merupakan unsur cerita yang berisi tempat, waktu dan suasana yang terkandung dalam hikayat. Latar bisa diambil dari kenyataan sehari-hari maupun hasil rekaan dipengarang.

5. Alun cerita (plot)

Merupakan jalan cerita yang hendak dibangun oleh sebuah hikayat. Biasanya, alur atau plot ini terdiri atas pengenalan awal cerita , pengenalan peristiwa, konflik, puncak konflik, dan penyelesaian konflik. Dalam hikayat, semua unsur alur tersebut harus ada dan penempatannya harus runtut, mulai dari pengenalan hingga penyelesaian masalah.

6. Gaya

Adalah cara pengarang menyampaikan sebuah hikayat agar penyampaiannya menarik, seorang pengarang biasanya menggunakan berbagai macam-macam majas, seperti majas perbandingan, majas sindiran, majas pertentangan.

7. Amanat

Adalah pesan atau ajaran moral yang hendak disampaikan oleh seorang pengarang didalam hikayat untuk pembaca.

8. Latar belakang cerita

Adalah unsur yang menyatakan sebab dikarangnya sebuah hikayat untuk mengetahui : menganalisis unsur-unsur interiksik, mencari tahu biografi atau riwayat hidup pengarang, tahun berapa hikayat dibuat.

9. Nilai-nilai kehidupan

Terdiri dari moral, agama, budaya yang mempengaruhi terbentuknya sebuah hikayat unsur ini bisa diketahui dari nilai-nilai apa saja yang dianggap oleh seorang pengarang atau nilai-nilai dan kebudayaan apa saja yang saat itu dominan dimasyrakat.

 

Baca Juga: Rangkuman Materi Seluruh Pelajaran

 

Sekian rangkuman yang dapat Admin Desi bagikan kali ini, jangan lupa share ke teman teman kalian apabila kalian merasa artikel ini bermanfaat untuk kalian. Selalu kunjungi Portal Edukasi untuk rangkuman materi dan latihan soal terbaru lainnya ya!

Tinggalkan Komentar...

avatar
  Subscribe  
Notify of
error: Maaf Dilarang Copas Ya :)