Loading...
Indonesia Kelas 10 Kurikulum MerdekaKelas 10 Kurikulum MerdekaKurikulum MerdekaSMA Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 Bab 6 Kurikulum Merdeka

Bahasa Indonesia Kelas 10 Bab 6 Kurikulum Merdeka

Bahasa Indonesia Kelas 10 Bab 6 Kurikulum Merdeka

Halo adik-adik berjumpa lagi di Portal Edukasi.

Pada kesempatan sebelumnya kita telah membahas tentang Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 Bab 5: Memetik Keteladanan dari Biografi Pahlawan.

Nah kali ini kita akan bahas materi baru ya!

Kita akan membahas tentang Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 Bab 6: Berkarya dan Berekspresi Melalui Puisi.

Yuk mari disimak!

KURIKULUM MERDEKA

Rangkuman Bahasa Indonesia Kelas 10 Bab 5

Berkarya dan Berekspresi Melalui Puisi

 

Puisi

Seperti yang kita ketahui, puisi merupakan salah satu karya sastra dimana digunakan untuk mengungkapkan pikiran, gagasan, dan perasaannya dalam bentuk kata-kata yang indah.

Kata-kata dalam puisi cenderung bersifat kiasan.

Dimana pemilihan kata-kata atau diksi harus mempertimbangkan irama, rima, larik, bait, dan tipografi (bentuk) puisi.

Puisi biasanya disampaikan dengan teknik figuratif untuk menciptakan suasana-suasana yang mampu menggugah imajinasi, perasaan, dan keindahan bagi pembacanya.

Beberapa istilah dalam puisi yang harus kita ketahui adalah:

  • larik, yaitu baris atau deretan kata yang membentuk bait.
  • bait, yaitu kumpulan dari larik.
  • rima, yaitu pola yang membentuk akhir dari setiap larik, baik itu aaaa, abab, aabb, dan sebagainya.
  • irama, yaitu naik turun, keras lembut, tinggi rendah, dan panjang pendeknya intonasi dalam puisi.

 

Diksi dalam Teks Puisi

Dalam sebuah teks puisi, penyair sering menggunakan gaya bahasa (majas), pengimajian, kata konkret, dan kata konotatif untuk mendukung makna puisi yang ingin disampaikannya.

Majas atau gaya bahasa merupakan bahasa kiasan yang digunakan untuk menampilkan efek tertentu bagi pembacanya.

Majas sendiri ada banyak jenisnya, antaralain:

  • Antonomasia
  • Personifikasi
  • Simile
  • Metafora
  • Hiperbola

Antonomasia adalah majas yang menyebut seseorang berdasarkan ciri atau sifatnya yang menonjol.

Personifikasi adalah majas yang menyatakan benda mati maupun benda hidup yang bukan manusia (hewan/tumbuhan) sebagai sesuatu yang seolah-olah bersifat dan berlaku layaknya manusia.

Majas simile adalah majas yang membandingkan suatu hal dengan hal lainnya secara eksplisit menggunakan kata penghubung atau kata pembanding.

Metafora adalah majas yang menggunakan kata atau kelompok kata untuk mewakili hal lain yang bukan sebenarnya, mulai dari bandingan benda fisik, sifat, ide, atau perbuatan lain.

Hiperbola adalah gaya bahasa yang mengandung pernyataan dengan cara melebih-lebihkan sesuatu dari yang sebenarnya.

Selanjutnya pengimajian atau citraan merupakan kata atau susunan kata yang dapat menimbulkan efek khayalan atau imajinasi pada diri pembacanya.

Pembaca seolah-olah ikut merasakan, mendengar, melihat, meraba, dan mengecap sesuatu yang diungkapkan dalam puisi.

Ada beberapa jenis citraan berdasarkan efek imajinasi yang ditimbulkan pada pembaca, yaitu citraan penglihatan, pendengaran, perabaan, pengecapan, penciuman, dan citraan gerak (Pradopo, 2012: 80).

Kemudian, kata konkret adalah kata yang rujukannya lebih mudah ditangkap oleh indra.

Yang terkahir, kata konotatif merupakan kata-kata yang berasosiasi.

Asosiasi merupakan keterkaitan makna kata dengan hal lain di luar bahasa.

 

Mengidentifikasi Tema dan Suasana dalam Teks Puisi

Nah dalam mengidentifikasi tema dalam sebuah puisi itu susah susah gampang.

Karena kita harus membaca secara kesuluruhan puisi tersebut dulu agar bisa paham.

Apabila termasuk puisi modern sih lumayan gampang ya karena bahasa yang mudah dipahami, namun kalau termasuk puisi lama yang masih menggunakan bahasa arkais atau yang tidak umum digunakan saat ini akan agak sulit.

Tapi ya itu adalah satu-satunya cara agar bisa mengidentifikasi tema suatu puisi, tidak ada cara lain selain membaca dan mencerna.

Dengan sering berlatih lama-lama kita akan lihai sendiri dalam memahami sebuah puisi kok!

 

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Membacakan Puisi

Oh ia sebelum Admin kelupaan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan apabila kita akan membacakan puisi, yaitu:

  • Ekspresi/mimik wajah
  • Gerak tubuh/gesture
  • Lafal/artikulasi
  • Tekanan
  • Jeda dan tempo
  • Intonasi

Nah agar lebih mudah dalam membacakan puisi kita dapat memberikan penandaan pengaturan bunyi suara atas puisi yang akan dibacakan.

Tanda-tanda yang dimaksud adalah seperti pada tabel dibawah ini:

Tabel Tanda Pengaturan Suara Pembacaan Puisi

 

Nah apabila kalian sudah cukup memahami materi ini, kalian coba juga latihan soal materi ini pada link dibawah ini:

 

Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 Bab 6 Kurikulum Merdeka

 

Sekian rangkuman yang dapat Admin bagikan kali ini tentang rangkuman Bahasa Indonesia Kelas 10 Bab 6 Kurikulum Merdeka.

Jangan lupa share ke teman teman kalian apabila kalian merasa artikel ini bermanfaat untuk kalian.

Selalu kunjungi Portal Edukasi untuk rangkuman materi lainnya ya.

Baca Juga: Rangkuman Materi Seluruh Pelajaran

3 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Maaf Dilarang Copas Ya :)
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x