Daftar Isi
PAI Kelas 11 Bab 10 Kurikulum Merdeka
Halo adik-adik berjumpa lagi di Portal Edukasi.
Kesempatan sebelumnya Admin telah membagikan Rangkuman Materi PAI Kelas 11 Bab 9: Ketentuan Pernikahan dalam Islam.
Pada kesempatan kali ini, Admin akan membagikan materi baru nih untuk Kurikulum Merdeka terbaru.
Pada materi kali ini akan membahas tentang Rangkuman Materi PAI Kelas 11 Bab 10: Peradaban Islam pada Masa Modern.
Yuk mari disimak!
KURIKULUM MERDEKA
Rangkuman PAI Kelas 11 Bab 10
Peradaban Islam pada Masa Modern
Kondisi Islam pada Masa Modern
Menurut Prof. Dr. H. Harun Nasution masa modern Islam dimulai dari tahun 1800 – sekarang.
Di awal periode ini kondisi dunia Islam secara politis berada di bawah kendali kolonial, karena pada saat itu Eropa mengalami kemajuan dalam ilmu pengetahuan.
Di masa ini sampai abad ke-19 M, kerajaan-kerajaan Islam mengalami kelemahan.
Baru pada abad ke-20 M, dunia Islam bangkit memerdekakan negerinya dari penjajah Barat.
Ada tiga faktor gerakan modernisasi atau pembaruan yang didorong untuk memulihkan kembali kekuatan Islam yaitu:
- Pemurnian ajaran Islam dan unsur-unsur asing yang dipandang sebagai penyebab kemunduran Islam.
- Menimba gagasan-gagasan pembaruan dan ilmu pengetahuan dari Barat.
- Kondisi negara-negara Arab, seperti Mesir, Turki di bawah jajahan negara-negara Eropa, khususnya Perancis.
Nah pembaruan ini tidak terlepas dari banyak tokoh Islam yang akan kita bahas lebih dalam.
Tokoh-Tokoh Islam pada Masa Modern
Ada sembilan nama tokoh yang akan dibahas pada materi kali ini, yaitu:
- Muhamammad Ali Pasya
- Rifa’ah Baidawi Rafi’at at-Tahtawi
- Jamaludin al-Afghani
- Muhammad Abduh
- Rasyid Ridha
- Sultan Mahmud II
- Muhammad Iqbal
- KH. Ahmad Dahlan
- KH. Hasyim Asy’ari
Kita bahas lebih jauh bersama ya!
Muhammad Ali Pasya (1765 – 1849 M)
Beliau nama lengkapnya yaitu Muhammad Ali Pasya atau dikenal dengan Pasya atau Muhammad Ali lahir pada bulan Januari 1765 M di Kawalla (bagian utara Yunani).
Beliau termasuk dalam keluarga yang tidak mampu pada masa kecilnya, sampai harus bekerja dan tidak bisa mengenyam pendidikan.
Tapi beliau tidak menyerah ya!
Beliau termasuk anak yang cerdas, pemberani, dan gigih dalam bekerja.
Sehingga beliau bisa menjadi pemimpin di Mesir, nah jasa besarnya adalah berhasil membebaskan Mesir dari kekuasaan Napoleon dari Perancis.
Berikut ini adalah hasil pemikiran Muhammad Ali Pasya:
- Mengirimkan pelajar Mesir untuk belajar ke Perancis, Italia, Inggris, dan Austria sebanyak 311 antara tahun 1813 – 1849
- Dalam bidang militer, Pasya melakukan inovasi dengan mendatangkan seorang perwira tinggi Perancis untuk melatih tentara militer Mesir.
- Dalam bidang ekonomi dan pertanian, Pasya melakukan beberapa inovasi di antaranya: memperbaiki irigasi lama, membangun irigasi baru, menanam kapas, mendatangkan ahli dari Eropa, membuka sekolah pertanian.
- Dalam bidang pendidikan, Pasya melakukan inovasi dengan mendirikan sekolah modern
Pasya mengelompokkan ilmu pengetahuan menjadi lima, yaitu:
- Ilmu pengetahuan bahasa terdiri dari: bahasa Italia, Perancis, Turki, dan Persia;
- Ilmu pengetahuan sosial terdiri dari: sejarah, geografi, ekonomi, antropologi, administrasi negara, pendidikan negara, pendidikan kemasyarakatan, filsafat, mili,t erdan hukum;
- Ilmu pengetahuan alam terdiri dari: fisika, farmasi, ilmu alam, ilmu kedokteran, ilmu teknik, aristek, dan kimia;
- Matematika dengan pelajaran utama: aritmatika dan matematika;
- Pengetahuan keterampilan yang terdiri dari: keterampilan umum dan pendidikan kesejahteraan keluarga.
Rifa’ah Baidawi Rafi’at at-Tahtawi (1801 – 1873)
Nama lengkap beliau adalah Rifa’ah Baidawi Rafi’at at-Tahtawi dan sering dipanggil At-Tahtawi.
Pokok-pokok pemikiran at-Tahtawi dibagi menjadi beberapa bidang, yaitu:
- Bidang pendidikan meliputi dua hal, yaitu: pendidikan harus universal dan emansipasi wanita.
- Bidang ekonomi, melakukan perbaikan dalam pertanian dan menganjurkan untuk melakukan perbaikan jalan.
- Bidang kesejahteraan
- Bidang pemerintahan
- Memiliki sifat patriotisme yang kuat
- Ijtihad harus dilakukan oleh para ulama yang memenuhisyarat. Konsep ijtihadnya ditulis dalam kitabnya al-Qaul al-Sadid fi al- Ijtihad wa taqlid;
- Bidang sains modern, menurutnya antara sains dan pemikiran rasional tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Berikut ini adalah beberapa kitab yang ditulis oleh beliau:
- Manahijul Albab al-Misriyah fi Manahijil Adab al-Asriyyah (Jalan bagi Orang Mesir untuk Mengetahui Literatur Modern);
- Al-Mursyidul Amin lil Banati wal Banin (Petunjuk Pendidikan bagi laki-laki dan perempuan);
- Al-Qaul as-Sadid fi al-Ijtihad wa taqlid (Perkataan yang benar tentang Ijtihad dan taklid)
- Al-Madzahib al-Arba’ fi al-Fiqih (Madzhab Empat dalam Fiqih)
Jamaludin Al-Afghani (1838 – 1897 M)
Jamaludin al-Afghani lahir di Kabul Afghanistan pada tahun 1838 M dan meninggal dunia di Istanbul pada tahun 1897 M.
Adapun pokok-pokok pemikiran Jamaludin al-Afghani adalah:
- Penyebab kemunduran Islam disebabkan beberapa hal, yaitu: akhlak yang buruk dan acuh terhadap ilmu pengetahuan, kelemahan umat Islam dalam segala sektor, dan kurangnya usaha dalam mencerdaskan umat, baik untuk menekuni dasar-dasar ilmu agama maupun upaya transformasi ilmu pengetahuan.
- Menggagas ide pan-Islamisme, yaitu paham yang bertujuan mempersatukan seluruh umat Islam di dunia.
- Antara laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama.
- Berusaha mengubah sistem pemerintahan autokrasi menjadi demokrasi
Berikut ini adalah beberapa kitab yang ditulis oleh beliau:
- Ar-Raddu ’alad dahriyyin tentang jawaban kepada kaum Ateis;
- Al-Qadha wa al-Qadar tentang Qadha dan Qadar;
- Risalah Raddi Nahuriyah tentang jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh Muhammad Wasil, Guru Madrasah Muizzah;
- Falsafah Syahadat hadhrat sayyid al-Syuhda tentang filsafat;
- Mubahasat al-Ernest Renan Dar Tawafuq Islam tentang kumpulan percakapan antara Jamaludin al-Afghani dengan Renan tentang Islam.
Muhammad Abduh (1849 – 1905 M)
Nama lengkapnya adalah Muhammad Abduh Hasan Khairullah.
Beliau dilahirkan di Mahallat Nasr, Syubra Khit, al-Bahirah Mesir tahun 1849 M dan masih keturunan Umar bin Khatab dari garis ibunya.
Puncak kariernya, Abduh menjadi mufti pertama di Mesir pada tanggal 3 Juni 1899.
Muhammad Abduh meninggal pada tanggal 11 Juli 1905.
Berikut ini adalah ide pokok pikiran beliau:
- Dalam bidang pendidikan, yaitu: menawarkan agar dilakukan lintas disiplin ilmu, yakni antara kurikulum madrasah dan sekolah.
- Pintu ijtihad masih terbuka lebar bagi umat Islam.
- Islam adalah ajaran rasional yang sejalan dengan akal.
- Kekuasanaan negara harus dibatasi oleh konstitusi yang dibuat oleh negara yang bersangkutan.
Berikut ini adalah beberapa kitab yang ditulis oleh beliau:
- Tafsir al-Manar (penulisan kitab diselesaikan oleh muridnya, yaitu Rasyid Ridha)
- Risalah tauhid
- Syarh Nahjil Balaghah
- Ishlahu al-Mahakim al-Syar’iyyah
- Al-Islam ar al-Radd ‘ala Muntaqidihi
Rasyid Ridha (1865 – 1935 M)
Nama lengkap beliau adalah Muhammad Rasyid bin Ali Ridha bin Syamsudin bin Baha’uddin al-Qalmuni al-Husaini, sering dikenal dengan Rasyid Ridha.
Beliau dilahirkan di Qalamun, 23 September 1865 M.
Adapun pokok-pokok pemikiran Rasyid Ridha adalah sebagai berikut:
- Kemunduran umat Islam dalam berbagai aspek kehidupan adalah karena umat Islam yang berpaling dari ajaran-ajaran Islam, karenanya umat Islam dalam mengejar ketertinggalan dari bangsa Eropa dengan satu syarat, yaitu harus kembali kepada ajaran Islam sebenarnya yang diajarkan Rasulullah Saw. dan dipraktikkan oleh para sahabat
- Penyebab lain kemunduran umat Islam adalah merebaknya paham fatalisme di dunia Islam.
- Ilmu pengetahuan modern tidak bertentangan dengan agama Islam.
- Hukum-hukum fiqih yang berkenaan dengan kemasyarakatan tidak boleh dianggap absolut.
- Apabila umat Islam ingin maju, maka umat Islam harus terlebih dahulu mewujudkan persatuan dan kesatuan.
Berikut ini adalah beberapa kitab yang ditulis oleh beliau:
- Tarikh al-Ustadz al-Imam al-Syekh Muhammad Abduh (Biografi Imam Muhammad Abduh)
- Nida’ li jins al-latif (panggilan terhadap kaum wanita)
- Al-Wahyu Muhammad (Wahyu Nabi Muhammad)
- Yusr al-Islam wa ushul al-Tasyri’ al ‘am (Kemudahan Islam dan Prinsip-prinsip umum dalam syariat)
- Huquq al-Mar’ah al-Shalihah (Hak-Hak Wanita Muslim)
Muhammad Iqbal (1877 – 1938 M)
Muhammad Iqbal lahir di Kota Sialkot di Punjab pada tanggal 9 Nopember 1877 M.
Pokok-pokok pikiran beliau adalah:
- Bercita-cita membangun sebuah peradaban baru yang anggun, yaitu perpaduan antara peradaban Barat dan Timur.
- Al-Qur’an merupakan kitab yang lebih mengutamakan amal daripada cita-cita.
- Pintu ijtihad masih terbuka.
- Mencita-citakan kebangkitan kembali umat Islam dari ”tidur panjangnya” dan berharap agar umat Islam dapat menerima kehidupan yang dinamis.
- Tujuan pendidikan adalah memperkokoh dan memperkuat individualitasi dari peserta didik sehingga mereka menyadari segala kemungkinan menimpa dirinya.
Berikut ini adalah beberapa kitab yang ditulis oleh beliau:
- The Development of Metaphysic in Persia Tahun 1908
- Asraai Khudi Tahun 1916
- The Reconstruction or Religious Thought in Islam Tahun 1934
- Musafir Tahun 1936
- Zarbi Kalim Tahun 1937
KH. Ahmad Dahlan (1868 – 1923 M)
KH. Ahmad Dahlan lahir di Kauman Yogyakarta pada tanggal 1 Agustus 1868 dari pasangan KH. Abu Bakar bin Haji Sulaiman dengan Siti Aminah binti KH. Ibrahim.
Nama kecilnya adalah Muhammad Darwis dan beliau baru dipanggil Ahmad Dahlan setelah pulang dari menunaikan ibadah haji dan menuntut ilmu.
Adapun di antara pokok-pokok pemikiran KH. Ahmad Dahlan adalah sebagai berikut:
- Tujuan utama pendidikan Islam adalah membentuk manusia yang berbudi luhur, alim dalam agama, memiliki pandangan luas, dan paham tentang masalah ilmu keduniaan.
- Pendidikan harus mencetak manusia-manusia yang berjiwa nasionalisme dan patriotisme, sehingga bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakat.
- Materi pendidikan harus meliputi: pendidikan moral dan akhlak, pendidikan individu, dan pendidikan kemasyarakatan.
- Model pendidikan memadukan dua jenis pendidikan, yaitu pesantren dan sekolah umum.
KH. Hasyim Asy’ari (1871–1947)
Kiai Hasyim dilahirkan di Gedang Jombang Jawa Timur pada hari Selasa Kliwon, 24 Dzulqa’dah 1287 H, bertepatan dengan 14 Februari 1871 M.
Di antara pemikiran KH. Hasyim Asy’ari adalah:
- Dalam bidang tasawuf, Kiai Hasyim banyak dipengaruhi oleh al-Ghazali.
- Dalam melawan penjajah Belanda, Kiai Hasyim menginisasi resolusi Jihad yang dicetuskan pada tanggal 22 Oktober 1945 yang sekarang diperingati menjadi Hari Santri Nasional.
- Dalam bidang politik, Kiai Hasyim mengajak kepada umat Islam untuk membangun dan menjaga persatuan.
- Dalam bidang pendidikan, tujuan pendidikan menurut Kiai Hasyim selain pemahaman terhadap pengetahuan adalah pembentukan karakter yang baik yang penuh dengan pemahaman secara benar dan sempurna terhadap ajaran-ajaran Islam serta mampu mengaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten.
Di antara karyanya yang sampai sekarang masih bisa dikaji adalah:
- Adab al-Alim wa al-Muta’allim (berisi tentang keutamaan ilmu dan akhlak murid kepada guru)
- Al-Nur al-Mubin (berisi tentang pentingnya beriman dan mencintai kepada Nabi Muhammad Saw. Beserta segala akibat dari keimanan tersebut)
- Al-Tanbihat wa al-Wajibat (berisi tentang reaksi dan kecaman Kiai Hasyim terhadap praktek-praktek peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Yang dijumpai di masyarakat sekitar pesantren yang diramaikan dengan hal-hal maksiat)
- Al-Durar al-Muntatsirah (berisi tentang hakikat dari orang-orang pilihan (waliyullah) dan praktek-praktek sufi dan thariqah se cara benar;
- Al-Tibyan (berisi tentang pemikiran Kiai Hasyim tentang tata cara menjalin tali silaturrahim, bahaya memutuskan, dan arti membangun interksi sosial)
- Al-Mawa’idz (berisi pentingnya persatuan dan kesatuan di antara sesama umat Islam dalam merespon upaya-upaya yang telah dilakukan Belanda;
- Risalah fi Ta’akud al-Akhdz bi Madzahib al-A’immah al-Arba’ah (berisi pentingnya berpegang teguh kepada salah satu madzhab yang empat, metode ijtihad, dan metodologi pengambilan hukum)
Pengaruh Islam Masa Modern bagi Indonesia
Adanya gerakan pembaruan dalam Islam, khususnya pada masa modern adalah wujud kesadaran umat Islam dari ketertinggalan dari Barat.
Di Indonesia, hal itu menjadi inspirasi agar di Indonesia dapat terlepas dari penjajah.
Setelah belajar dari Makkah, KH. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyyah dan KH. Hasyim Asy’ari mendirikan Nahdlatul Ulama.
Banyak para haji dan ulama yang melakukan perlawanan terhadap penjajah.
Di antara perang yang dimotori ulama melawan penjajah Belanda adalah:
- Perang Padri di Minangkbau (1821-1837 M.)
- Perang Diponegoro di Jawa (1825-1830 M.)
- Perang Banjar di Kalimantan (1854-1864 M.)
- Perang Jambi (1858-1907 M.)
- Perang Aceh di Aceh (1873-1904 M.)
- pemberontakan rakyat di Cilegon Banten (1888 M.)
- dll
Kemudian dalam bidang pendidikan Islam, berdiri perguruan tinggi keislaman di Indonesia yang membuka jurusan keagamaan dan umum.
Hikmah Belajar Peradaban Islam pada Masa Modern
Berikut ini hikmah yang dapat diperoleh:
- Dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi harus dilandasi dengan agama yang kokoh akan mengantarkan kemajuan umat Islam di masa yang akan datang;
- Mengkaji Al-Qur’an, hadis, dan ijtihad para ulama sebagai fondasi untuk membangun peradaban umat Islam yang rahmatan lil aalamiin di masa yang akan datang;
- Mengkaji ilmu-ilmu keislaman (nahwu, sharaf, fiqih, ushul fiqih, mantiq, bahasa arab, ulum al-Quran, ulum al-Hadits dan sebagainya) sebagai fondasi untuk memahami Islam dengan komprehensif;
- Belajar sejarah pada masa modern, kalian akan mengetahui kelebihan dan kelemahan pada masa lalu. Hal ini menjadi bahan introspeksi untuk menatap masa depan umat Islam;
- Berpikir dinamis sesuai dengan perkembangan zaman baik sekarang maupun pada masa yang akan datang. Umat Islam seharusnya menjadi pelopor perubahan sebagaimana termaktub dalam Q.S. al-Ra’du/13: 11;
- Memperkuat semangat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama warga negara), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan dengan sesama manusia);
- Semangat untuk berkarya, baik melalui kebijakan yang progresif maupun kitab atau buku atau majalah untuk menebarkan ide-ide kreatif dan inovatif untuk perubahan yang lebih baik di masa yang akan datang.
Latihan Soal PAI Kelas 11 Bab 10 Kurikulum Merdeka
Sekian rangkuman yang dapat Admin bagikan kali ini tentang rangkuman Materi PAI Kelas 11 Bab 10 Kurikulum Merdeka.
Jangan lupa share ke teman teman kalian apabila kalian merasa artikel ini bermanfaat untuk kalian.
Selalu kunjungi Portal Edukasi untuk rangkuman materi lainnya ya.
Baca Juga: Rangkuman Materi Seluruh Pelajaran






