Loading...
Kelas 12 Kurikulum MerdekaKurikulum MerdekaPAI Kelas 12 Kurikulum MerdekaSMA Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi PAI Kelas 12 Bab 6 Kurikulum Merdeka

PAI Kelas 12 Bab 6 Kurikulum Merdeka

PAI Kelas 12 Bab 6 Kurikulum Merdeka

Halo adik-adik berjumpa lagi di Portal Edukasi.

Pada kesempatan sebelumnya Admin telah membagikan tentang Rangkuman Materi PAI Kelas 12 Bab 5: Perkembangan Peradaban Islam di Dunia.

Pada materi kali ini akan membahas tentang Rangkuman Materi PAI Kelas 12 Bab 6: Cinta Tanah Air dan Moderasi Beragama.

Yuk mari disimak!

KURIKULUM MERDEKA

Rangkuman PAI Kelas 12 Bab 6

Cinta Tanah Air dan Moderasi Beragama

Cinta Tanah Air dan Moderasi Beragama

Negara Indonesia adalah negara yang penuh dengan keragaman.

Maka dibutuhkan namanya rasa nasionalisme untuk mewujudkan perdamaian.

Nasionalisme dalam arti sempit dapat diartikan sebagai cinta tanah air.

Lalu apa sih nasionalisme itu?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata nasionalisme memiliki beberapa arti:

  • Paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri; sifat kenasionalan
  • Kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu
  • Semangat kebangsaan.

Selanjutnya moderasi beragama mengandung maksud pengurangan kekerasan; penghindaran ke-ekstrim-an dalam menjalankan ajaran agama.

Moderasi beragama mempunyai peran sangat penting yang merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan kehidupan bermasyarakat, baik di tingkat regional, nasional, maupun global.

Para tokoh agama dalam masyarakat sangat diharapkan menjadi suri tauladan dan mampu menempatkan diri sebagai modal sosial yang amat penting bagi kehidupan berbangsa untuk mewujudkan kerukunan Nasional.

Oleh karena itu, rasa cinta tanah air perlu ditumbuh kembangkan dalam jiwa setiap individu sejak usia dini melalui proses pendidikan di sekolah dan masyarakat.

Firman Allah Swt. Tentang Cinta Tanah Air

Perintah untuk cinta tanah air dan memiliki sikap moderasi agama sudah disampaikan oleh Allah Swt. melalui firman-Nya dalam Q.S. al-Qasas ayat 85 dan Q.S. al-Baqarah ayat 143.

Berikut ini adalah Q.S. al-Qasas ayat 85:

Q.S. al-Qasas ayat 85

yang artinya:

Sesungguhnya (Allah) yang mewajibkan engkau (Muhammad) untuk (melaksanakan hukum-hukum) Al-ur’an, benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali. Katakanlah (Muhammad), “Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang berada dalam kesesatan yang nyata.”

Makna yang sangat jelas terkandung dalam Q.S. al-Qasas ayat 85 yaitu Allah Swt. akan mengembalikan Nabi Muhammad ke tanah suci Mekkah, tanah tumpah darahnya dalam keadaan menang dan merebutnya kembali dari kaum yang telah mengusirnya dari sana.

Disini sangat jelas ya menunjukkan Nabi Muhammad Saw. sangat cinta terhadap tanah airnya yakni Mekkah, dibuktikan dengan peristiwa Fathu Makkah terbukti Rasulullah Saw. dapat kembali ke Mekkah dengan satu kemenangan besar bagi kaum Muslimin, karena dengan demikian ia dapat mengembangkan Islam dengan bebas dan dapat menekan kehendak kaum musyrikin.

Berikutnya Q.S. al-Baqarah ayat 143:

Q.S. al-Baqarah ayat 143

yang artinya:

“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyianyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.”

Makna yang terkandung dalam Q.S. al-Baqarah ayat 143 adalah tentang pemindahan kiblat.

Sejarah perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah dikandung maksud untuk menguji siapa antara mereka yang benar benar beriman dan mengikuti Rasulullah saw. Serta siapa yang lemah imannya.

Pemindahan kiblat dirasakan berat bagi yang fanatic kepada kiblat pertama, tetapi bagi yang beriman dan mendapat hidayah dari Allah Swt., mereka akan sadar bahwa melaksanakan ibadah dengan menghadap kiblat semata-mata perintah Allah bukan karena rahasia yang tersembunyi pada tempat itu, tetapi untuk menghimpun manusia pada satu arah untuk persatuan umat.

 

Hadis Tentang Cinta Tanah Air

Berikut ini adalah salah satu hadis mengenai cinta tanah air:

hadis tentang cinta tanah air

yang artinya:

“Diriwayatkan dari sahabat Anas; bahwa Nabi Saw. ketika kembali dari bepergian, dan melihat dinding-dinding Madinah beliau mempercepat laju untanya. Apabila beliau menunggangi unta maka beliau menggerakkanya (untuk mempercepat) karena kecintaan beliau pada Madinah. (HR. Bukhari, Ibnu Hibban, dan Tirmidzi).

 

Hadis Tentang Moderasi dalam Beragama

Berikut ini adalah salah satu hadis tentang moderasi dalam beragama:

hadis tentang moderasi beragama

yang artinya:

“Dari Jabir bin Samurah berkata, aku telah shalat bersama Nabi Saw berkali-kali, dan (aku dapati) shalatnya dalam pertengahan, khutbahnya juga pertengahan”.

Dari beberapa prinsip dasar dan karakteristik wasathiyah yang diintisarikan dalam hadis, dikutip dari tulisan Ardiansyah, Islam Wasathiyah Perspektif Hadis adalah terdapat beberapa prinsip, yaitu:

  • al-khayriyah (terbaik)
  • al-‘adalah (adil)
  • at-tawazun (keseimbangan)
  • at-tasamuh (toleran)
  • al-Istiqamah (konsistensi)
  • ra’f al-haraj (menghilangkan kesulitan)

 

Penerapan Cinta Tanah Air dalam Kehidupan Sehari-hari

Berikut contoh sikap cinta tanah air yang bisa kita lakukan dalam kegiatan sehari-hari:

  • Bangga sebagai bangsa Indonesia
  • Menjaga nama baik tanah air Indonesia
  • Menggunakan hak pilih dalam pemilu
  • Menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan
  • Aktif berpartisipasi dalam pembangunan nasional
  • dll

 

Penerapan Moderasi Beragama dalam Kehidupan Sehari-hari

Setiap agama pasti memiliki aturan terkait dengan toleransi.

Islam sebagai agama terbesar yang dianut oleh mayoritas warga Indonesia tentunya memiliki aturan-aturan yang mengacu kepada kemaslahatan umat Islam.

Setidaknya, aturan-aturan itu memiliki korelasi dengan misi moderasi beragama yang menjadi landasan Negara Indonesia.

Islam sendiri dalam Islam sendiri dalam pembentukan hukumnya memiliki lima prinsip yaitu:

  • menjaga agama (hifdzal-din)
  • menjaga jiwa (hifdzal-nafs)
  • menjaga akal (hifdzal-aql)
  • menjaga keturunan (hifdzal-nasl)
  • menjaga harta (hifdzal-mal)

 

Apabila kalian sudah cukup memahami materi ini, coba juga latihan soal materi ini pada link dibawah ini:

 

Latihan Soal PAI Kelas 12 Bab 6 Kurikulum Merdeka

 

Sekian rangkuman yang dapat Admin bagikan kali ini tentang rangkuman Materi PAI Kelas 12 Bab 6 Kurikulum Merdeka.

Jangan lupa share ke teman teman kalian apabila kalian merasa artikel ini bermanfaat untuk kalian.

Selalu kunjungi Portal Edukasi untuk rangkuman materi lainnya ya.

Baca Juga: Rangkuman Materi PAI Kelas 12 Bab 7 Kurikulum Merdeka

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
error: Maaf Dilarang Copas Ya :)
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x