Loading...
IPSKelas 8Rangkuman MateriSemester 2SMP

Pergerakan Nasional pada Masa Pendudukan Jepang

pergerakan nasional pada masa Pendudukan jepang

Pergerakan Nasional pada Masa Pendudukan Jepang

Halo adik-adik berjumpa lagi di Portal Edukasi.

Pada kesempatan sebelumnya Admin telah membagikan Rangkuman Materi IPS Kelas 8 Bab 4 : Tumbuh dan Berkembangnya Semangat Kebangsaan.

Pada kesempatan kali ini, Admin akan membagikan materi baru nih.

Karena materi IPS ini sangat panjang, maka Admin bagi menjadi per sub-bab.

Pada sub-bab ini yang akan dibahas adalah Pergerakan Nasional Pada Masa Pendudukan Jepang

Yuk mari disimak!

 

Rangkuman Materi IPS Kelas 8 Bab 4

Pergerakan Nasional Pada Masa Pendudukan Jepang

 

Proses Penguasaan Indonesia

Awal mula tujuan Jepang menguasai Indonesia ialah untuk kepentingan ekonomi dan politik.

Pada tanggal 8 Desember 1941, Jepang melakukan penyerangan terhadap pangkalan militer AS di Pearl Harbour.

Pada tanggal 11 Januari 1942, Jepang mendaratkan pasukannya di Tarakan, Kalimantan Timur.

Jepang menduduki kota minyak Balikpapan pada tanggal 24 Januari.

Jepang berhasil menguasai Palembang pada tanggal 16 Februari 1942.

Pulau Jawa berhasil dikuasai Jepang pada tanggal 1 Maret 1942.

Setelah melakukan berbagai pertempuran, Belanda akhirnya menyerah tanpa syarat kepada Jepang pada tanggal 8 Maret 1942 di Kalijati, Subang-Jawa Barat.

Surat perjanjian serah terima kedua belah pihak ditandatangani oleh Letnan Jenderal Ter Poorten (Panglima Angkatan Perang Belanda) dan diserahkan kepada Letnan Jenderal Imamura (pimpinan pasukan Jepang).

Sejak saat itu seluruh Indonesia berada di bawah kekuasan Jepang.

 

Kebijakan Pemerintah Militer Jepang

Pada saat kependudukannya di Indonesia, Jepang melakukan pembagian tiga daerah pemerintahan militer di Indonesia, yakni:

  • Pemerintahan Angkatan Darat (Tentara XXV) untuk Sumatra, dengan pusat di Bukittinggi.
  • Pemerintahan Angkatan Darat (Tentara XVI) untuk Jawa dan Madura dengan pusat di Jakarta.
  • Pemerintahan Angkatan Laut (Armada Selatan II) untuk daerah Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku dengan pusat di Makassar.

Program yang paling mendesak bagi Jepang adalah mengerahkan seluruh sumber daya yang ada di Indonesia untuk tujuan perang.

Beberapa kebijakan tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Membentuk Organisasi- Organisasi Sosial, seperti : Gerakan 3A, Pusat Tenaga Rakyat, Jawa Hokokai, dan Masyumi
  • Pembentukan Organisasi Semi Militer, seperti: Seinendan, Fujinkai, Keibodan, Heiho, dan Pembela Tanah Air (Peta).
  • Pengerahan Romusha
  • Eksploitasi Kekayaan Alam

 

Sikap Kaum Pergerakan

Bangsa Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menanggapi kebijakan Jepang tersebut.

Propaganda Jepang sama sekali tidak memengaruhi para tokoh perjuangan untuk percaya begitu saja.

Bagaimanapun, mereka sadar bahwa Jepang adalah penjajah.

Beberapa bentuk perjuangan pada zaman Jepang adalah:

  • Memanfaatkan Organisasi Bentukan Jepang
  • Gerakan Bawah Tanah
  • Perlawanan Bersenjata
Perlawanan Bersenjata Untuk Melawan Jepang

Beberapa perlawanan bersenjata untuk melawan Jepang yang dilakukan oleh pahlawan Indonesia, antaralain:

  • Perlawanan Rakyat Aceh
  • Perlawanan Singaparna, Jawa Barat
  • Perlawananan Indramayu, Jawa Barat
  • Perlawanan Peta di Blitar, Jawa Timur
Perlawanan Rakyat Aceh

Perlawanan Rakyat Aceh dilakukan oleh Tengku Abdul Djalil, seorang ulama di Cot Plieng Aceh, menentang peraturan-peraturan Jepang.

Pada tanggal 10 November 1942, ia melakukan perlawanan.

Dalam perlawanan tersebut ia tertangkap dan ditembak mati.

Perlawanan Singaparna, Jawa Barat

Dipelopori oleh K.H. Zainal Mustofa, yang menentang seikerei yakni menghormati Kaisar Jepang.

Pada tanggal 24 Februari 1944, meletus perlawanan terhadap tentara Jepang.

Kiai Haji Zainal Mustofa dan beberapa pengikutnya ditangkap Jepang, lalu dihukum mati.

Perlawanan Indramayu, Jawa Barat

Pada bulan Juli 1944, rakyat Lohbener dan Sindang di Indramayu memberontak terhadap Jepang.

Para petani dipimpin H. Madrian menolak pungutan padi yang terlalu tinggi.

Akan tetapi, pada akhirnya perlawanan mereka dipadamkan Jepang.

Perlawanan Peta di Blitar, Jawa Timur

Perlawanan PETA merupakan perlawanan terbesar yang dilakukan rakyat Indonesia pada masa penjajahan Jepang.

Perlawanan ini dipimpin Supriyadi, seorang Shodanco (Komandan pleton).

Peta tanggal 14 Februari 1945, perlawanan dipadamkan Jepang karena persiapan Supriyadi dkk. kurang matang.

Para pejuang Peta yang berhasil ditangkap kemudian diadili di mahkamah militer di Jakarta.

Beberapa di antaranya dihukum mati, seperti:

  • dr. Ismail,
  • Muradi,
  • Suparyono,
  • Halir Mangkudidjaya,
  • Sunanto,
  • Sudarmo.

Apabila kalian sudah cukup memahami materi ini, coba juga latihan soal materi ini pada link dibawah ini:

 

Latihan Soal IPS Pergerakan Nasional pada Masa Pendudukan Jepang

 

Sekian rangkuman yang dapat Admin bagikan kali ini tentang rangkuman Materi IPS Kelas 8 Bab 4: Pergerakan Nasional pada Masa Pendudukan Jepang.

Jangan lupa share ke teman teman kalian apabila kalian merasa artikel ini bermanfaat untuk kalian.

Selalu kunjungi Portal Edukasi untuk rangkuman materi lainnya ya.

Baca Juga:  Rangkuman Materi IPS Kelas 8 Bab 4: Perubahan Masyarakat Indonesia pada Masa Penjajahan
1 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Maaf Dilarang Copas Ya :)
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x