Loading...
Indonesia Kelas 11Kelas 11Rangkuman MateriSemester 2SMA/K

Materi Bahasa Indonesia Kelas 11 Bab 8

materi bahasa indonesia kelas 11 bab 8

Materi Bahasa Indonesia Kelas 11 Bab 8

Halo adik-adik berjumpa lagi di Portal Edukasi.

Pada kesempatan sebelumnya, Admin telah membagikan rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 11 Bab 7: Menilai Karya Melalui Resensi.

Pada kesempatan kali ini, Admin akan membagikan materi baru nih.

Yaitu rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 11 Bab 8: Bermain Drama

Yuk mari disimak!

 

Materi Bahasa Indonesia Kelas 11 Bab 8

Bermain Drama

 

 

Pengertian Drama

Drama berasal dari Bahasa Yunani, yaitu draomai yang berarti ‘berbuat, berlaku, bertindak, beraksi, dan sebagainya’.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), drama memiliki beberapa pengertian, yaitu:

  • Syair atau prosa yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan.
  • Cerita atau kisah yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater.
  • Kisah kehidupan manusia yang dikemukakan di pentas berdasarkan naskah, menggunakan percakapan, gerak laku, unsur-unsur pembantu (dekor, kostum, rias, lampu, musik), serta disaksikan oleh penonton.

 

Macam Macam Bentuk Drama

Berikut ini adalah macam macam bentuk drama, antaralain:

  • Berdasarkan bentuk sastra cakapannya
  • Berdasarkan sajian isinya
  • Berdasarkan kuantitas cakapannya
  • Berdasarkan besarnya pengaruh unsur seni lainnya
  • Bentuk-bentuk lain

Nah kita akan bahas satu per satu lebih jauh!

Drama berdasarkan bentuk sastra cakapannya

Berdasarkan bentuk sastra cakapannya, drama dibagi menjadi dua yaitu:

  • Drama puisi
  • Drama prosa

Drama puisi yaitu drama yang sebagian besar cakapannya disusun dalam bentuk puisi atau menggunakan unsur-unsur puisi.

Drama prosa yaitu drama yang cakapannya disusun dalam bentuk prosa.

 

Drama berdasarkan sajian isinya

Berdasarkan sajian isinya, drama dibagi menjadi tiga, yaitu:

  • Tragedi
  • Komedi
  • Tragikomedi

Tragedi (drama duka) yaitu drama yang menampilkan tokoh yang sedih atau muram, yang terlibat dalam situasi gawat karena sesuatu yang tidak menguntungkan.

Komedi (drama ria) yaitu drama ringan yang bersifat menghibur, walaupun selorohan, di dalamnya dapat bersifat menyindir, dan yang berakhir dengan bahagia.

Tragikomedi (drama dukaria) yaitu drama yang sebenarnya menggunakan alur dukacita tetapi berakhir dengan kebahagiaan.

 

Drama berdasarkan kuantitas cakapannya

Berdasarkan kuantitas cakapannya, drama dibagi menjadi tiga yaitu:

  • Pantomim
  • Minikata
  • Dialog-monolog

Pantomim yaitu drama tanpa kata-kata.

Minikata yaitu drama yang menggunakan sedikit sekali kata-kata.

Dialog-monolog yaitu drama yang menggunakan banyak kata-kata.

 

Drama berdasarkan besarnya pengaruh unsur seni lainnya

Berdasarkan besarnya pengaruh unsur seni lainnya, drama dibagi menjadi tiga yaitu:

  • Opera
  • Sendratari
  • Tablo

Opera yaitu drama yang menonjolkan seni suara atau musik.

Sendratari yaitu drama yang menonjolkan seni drama dan tari.

Tablo yaitu drama tanpa gerak atau dialog.

 

Bentuk bentuk lain drama

Nah berikut ini adalah bentuk bentuk lain dari drama, yaitu:

  • Drama absurd
  • Drama baca
  • Drama borjuis
  • Drama domestik
  • Drama duka
  • Drama liturgis
  • Drama satu babak
  • Drama rakyat

Drama absurd yaitu drama yang sengaja mengabaikan atau melanggar konversi alur, penokohan, dan tematik.

Drama baca yaitu naskah drama yang hanya cocok untuk dibaca, bukan dipentaskan.

Drama borjuis yaitu drama yang bertema tentang kehidupan kaum bangsawan (muncul abad ke-18).

Drama domestik yaitu drama yang menceritakan kehidupan rakyat biasa.

Drama duka yaitu drama yang khusus menggambarkan kejahatan atau keruntuhan tokoh utama.

Drama liturgis yaitu drama yang pementasannya digabungkan dengan upacara kebaktian gereja (di Abad Pertengahan).

Drama satu babak yaitu lakon yang terdiri atas satu babak, berpusat pada satu tema dengan sejumlah kecil pemeran gaya, latar, serta pengaluran yang ringkas.

Drama rakyat yaitu drama yang timbul dan berkembang sesuai dengan festival rakyat yang ada (terutama di perdesaan).

 

Struktur Drama

Berikut ini adalah struktur drama:

  • Prolog
  • Dialog
  • Epilog

Prolog adalah kata-kata pembuka, pengantar, ataupun latar belakang cerita, yang biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu.

Epilog adalah kata-kata penutup yang berisi simpulan ataupun amanat tentang isi keseluruhan dialog.

Bagian dialog sendiri dibagi kembali menjadi tiga, yaitu:

  • Orientasi
  • Konflik
  • Resolusi

Orientasi sesuatu cerita menentukan aksi dalam waktu dan tempat; memperkenalkan para tokoh, menyatakan situasi sesuatu cerita, mengajukan konflik yang akan dikembangkan dalam bagian utama cerita tersebut, dan ada kalanya membayangkan resolusi yang akan dibuat dalam cerita itu.

Komplikasi atau bagian tengah cerita, mengembangkan konflik. Sang pahlawan atau pelaku utama menemukan rintangan-rintangan antara dia dan tujuannya, dia mengalami aneka kesalahpahaman dalam perjuangan untuk menanggulangi rintangan-rintangan ini.

Resolusi atau denouement hendaklah muncul secara logis dari apa apa yang telah mendahuluinya di dalam komplikasi.

 

Unsur Unsur Drama

Berikut ini adalah unsur unsur drama:

  • Latar
  • Penokohan
  • Dialog
  • Tema
  • Pesan atau amanat

Mari kita bahas lebih dalam lagi.

 

Latar

Latar adalah keterangan mengenai tempat, waktu, dan suasana di dalam naskah drama.

Latar dibagi menjadi tiga yaitu:

  • Latar tempat
  • Latar waktu
  • Latar suasana atau budaya

Latar tempat yaitu penggambaran tempat kejadian di dalam naskah drama, seperti di rumah, medan perang, di meja makan.

Latar waktu yaitu penggambaran waktu kejadian di dalam naskah drama, seperti pagi hari pada tanggal 17 Agustus 1945.

Latar suasana/budaya yaitu penggambaran suasana ataupun budaya yang melatarbelakangi terjadinya adegan atau peristiwa dalam drama. Misalnya, dalam budaya Jawa, dalam kehidupan masyarakat Betawi, Melayu, Sunda, Papua.

 

Penokohan

Tokoh-tokoh dalam drama diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Tokoh gagal atau tokoh badut (the foil)
    • Tokoh ini yang mempunyai pendirian yang bertentangan dengan tokoh lain. Kehadiran tokoh ini berfungsi untuk menegaskan tokoh lain itu.
  • Tokoh idaman (the type character)
    • Tokoh ini berperan sebagai pahlawan dengan karakternya yang gagah, berkeadilan, atau terpuji.
  • Tokoh statis (the static character)
    • Tokoh ini memiliki peran yang tetap sama, tanpa perubahan, mulai dari awal hingga akhir cerita.
  • Tokoh yang berkembang.
    • Misalnya, seorang tokoh berubah dari setia ke karakter berkhianat, dari yang bernasib sengsara menjadi kaya raya, dari yang semula adalah seorang koruptor menjadi orang yang saleh dan budiman.

 

Dialog

Dalam drama, percakapan atau dialog haruslah memenuhi dua tuntutan yaitu:

  • Dialog harus turut menunjang gerak laku tokohnya
  • Dialog yang diucapkan di atas pentas lebih tajam dan tertib daripada ujaran sehari-hari

 

Tema

Tema adalah gagasan yang menjalin struktur isi drama.

Tema dalam drama menyangkut segala persoalan, baik itu berupa masalah kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang, kecemburuan, dan sebagainya.

 

Pesan atau amanat

Pesan atau amanat merupakan ajaran moral didaktis yang disampaikan drama itu kepada pembaca/penonton.

Amanat tersimpan rapi dan disembunyikan pengarangnya dalam keseluruhan isi drama.

 

Tiga Elemen Penting Drama

Ada tiga elemen penting drama yang tidak boleh terlupakan, yaitu:

  • Tokoh
  • Wawancang
  • Kramagung

Tokoh adalah pelaku yang mempunyai peran yang lebih dibandingkan pelaku-pelaku lain, sifatnya bisa protagonis atau antagonis.

Wawancang adalah dialog atau percakapan yang harus diucapkan oleh tokoh cerita.

Kramagung adalah petunjuk perilaku, tindakan, atau perbuatan yang harus dilakukan oleh tokoh. Dalam naskah drama, kramagung dituliskan dalam tanda kurung (biasanya dicetak miring).

 

Kebahasaan dalam Drama

Berikut ini adalah ciri ciri kebahasaan dalam drama, yaitu:

  • Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu
  • Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi
  • Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh
  • Menggunakan kata-kata sifat (descriptive language) untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana

 

Apabila kalian sudah cukup memahami materi ini, coba juga latihan soal materi ini pada link dibawah ini:

 

Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 11 Bab 8

 

Sekian rangkuman yang dapat Admin bagikan kali ini tentang rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 11 Bab 8.

Jangan lupa share ke teman teman kalian apabila kalian merasa artikel ini bermanfaat untuk kalian.

Selalu kunjungi Portal Edukasi untuk rangkuman materi lainnya ya.

Baca Juga:  Rangkuman Materi Seluruh Pelajaran
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Maaf Dilarang Copas Ya :)
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x