Loading...
IPA Kelas 9 Kurikulum MerdekaKelas 9 Kurikulum MerdekaKurikulum MerdekaSMP Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi IPA Kelas 9 Bab 3 Rev 2025

IPA Kelas 9 Bab 3 Rev 2025

IPA Kelas 9 Bab 3 Rev 2025

Halo adik-adik berjumpa lagi di Portal Edukasi.

Pada kesempatan sebelumnya Admin telah membagikan Rangkuman Materi IPA Kelas 9 Bab 2 Rev 2025: Zat Aditif dan Zat Adiktif.

Pada materi kali ini akan membahas tentang Rangkuman Materi IPA Kelas 9 Bab 3 Rev 2025: Sistem Reproduksi Manusia.

Yuk mari disimak!

KURIKULUM MERDEKA

Rangkuman IPA Kelas 9 Bab 3 Rev 2025

Sistem Reproduksi Manusia

 

Sistem Reproduksi Laki-Laki

Laki-laki memiliki sel kelamin jantan yang disebut sel sperma atau bisa kita sebut juga spermatozoa.

Sel sprema ini mikroskopis ya jadi ga bisa kita lihat langsung, nah bentuknya tuh mirip dengan kecebong yang terdiri dari 3 bagian yaitu kepala, leher, dan ekor.

Nah gambarnya seperti dibawah ini:

Bagan Struktur Sel Sperma

Proses perkembangan sperma disebut spermarche, pada laki-laki biasanya terjadi di umur 13-14 tahun.

Sperma ini terbentuk di testis ya, yang bentuknya kayak telur ada dua buah, tepatnya di saluran tubulus seminiferus.

Sperma akan mengalami pematangan dan disimpan dalam beberapa minggu di epididimis.

Sperma hanya akan keluar ketika laki-laki mengalami rangsangan seksual ya!

Sperma akan dikeluarkan dari epididimis ke penis melalui saluran sperma (vas deferens) dan uretra.

Sepanjang saluran, sperma melewati kelenjar prostat, vesikula seminalis, dan kelenjar Cowper yang semuanya menambahkan cairan ke dalam sperma.

Nah campuran sperma dan cairan semen disebut dengan air mani.

Sampai kapan sperma akan diproduksi oleh laki-laki?

Sepanjang hidup ya, namun seiring bertambah usia, jumlah produksi sperma akan berkurang.

Oh ya, testis juga menghasilkan hormon testosteron yang memengaruhi karakteristik seksual pada laki-laki-laki.

Berikut ini adalah pengaruh dari hormon testosteron pada laki-laki:

  • tubuh menjadi lebih berotot
  • suara menjadi lebih berat saat pubertas
  • pertumbuhan rambut di tubuh dan wajah
  • kecenderungan menjadi botak

Untuk alat reproduksi laki-laki sendiri seperti ini bagannya, dihafalkan ya!

organ reproduksi pria

 

Sistem Reproduksi Perempuan

Perempuan juga memiliki sel kelamin (gamet) betina yang disebut sel telur atau ovum.

Sel telur ini secara alamiah sudah ada loh sejak perempuan lahir ke dunia, jumlahnya pun sampai 500.000 telur, buanyak banget ya!

Sel telur ini belum matang, matangnya nanti ketika perempuan mengalami pubertas.

Nah sel-sel telur yang belum matang ini disimpan dalam ovarium, jadi kayak “gudang telur” gitu deh.

Nah ketika pubertas, setiap 28 hari atau lebih, telur akan matang di ovarium dan akan dilepaskan sebagai bagian dari siklus menstruasi.

Proses pelepasan sel telur ini disebut ovulasi.

Ovulasi akan terjadi sampai perempuan mengalami menopause.

Hayo pernah dengan menopause ga?

Menopause adalah keadaan saat tidak ada lagi telur yang dilepaskan, biasanya terjadi antara usia 40 dan 50 tahun.

Telur yang dilepaskan akan masuk ke tuba falopi (oviduk) dan digerakkan oleh silia yang terdapat di dalam saluran ini.

Ketika perempuan sudah menikah, maka sel sperma akan membuahi telur di tuba falopi.

Jika sudah dibuahi, zigot akan berkembang menjadi embrio dan menempel (implantasi) di uterus.

Janin akan terus berkembang sampai dengan siap dilahirkan dan keluar melalui serviks dan vagina.

Ngomong-ngomong, perempuan juga menghasilkan hormon sendiri seperti laki-laki.

Nama hormonnya adalah estrogen dan progesteron, yang keduanya dihasilkan oleh ovarium.

Hormon-hormon ini bertanggung jawab atas karakteristik seksual sekunder perempuan seperti:

  • perkembangan payudara
  • siklus menstruasi
  • pertumbuhan massa otot
  • rambut tumbuh yang lebih sedikit dibandingkan laki-laki

Nah berikut ini bagan reproduksi pada perempuan:

organ reproduksi wanita

 

Siklus Menstruasi

Menstruasi adalah keluar darah dari alat kelamin wanita pada waktu tertentu.

Berikut ini adalah gambaran tentang siklus menstruasi pada wanita:

siklus menstruasi

 

Pada awal setiap siklus menstruasi (hari ke-1 menstruasi), telur yang belum matang mulai berkembang.

Telur ada di dalam kantung kecil sel yang disebut folikel.

Keduanya terus mengalami pembesaran sampai kira-kira di hari ke-14, telur menjadi dewasa.

Telur kemudian keluar (ovulasi) dari folikel.

Cangkang folikel akan berubah menjadi korpus luteum yang akan menghasilkan progesteron.

Dari sini, telur bergerak ke dalam tuba fallopi atau saluran telur, digerakkan oleh silia dan kontraksi otot.

Saat telur berada di tuba fallopi, telur siap dibuahi.

Telur tetap di sini selama sekitar beberapa hari, setelah itu bergerak ke rahim, terlepas dari apakah sudah dibuahi atau tidak.

Sejak awal setiap siklus menstruasi, lapisan rahim mempersiapkan dirinya untuk menerima sel telur yang telah dibuahi dengan menjadi lebih tebal dan banyak mengandung pembuluh darah.

Jika sel telur tidak dibuahi maka korpus luteum berubah menjadi korpus albikans.

Akibatnya, produksi progesteron menurun.

Turunnya kadar progesterone menyebabkan rahim akan meluruh.

Meluruhnya rahim dikenal sebagai menstruasi.

 

Siklus Hidup Manusia

Manusia pasti mengalami tahapan atau siklus hidup ya, ga mungkin tiba-tiba cring bim salabim jadi remaja~

Manusia pasti mengalami pertumbuhan dan perkembangan.

Hayo jangan bilang ga tahu bedanya lagi!

Bertumbuh berarti suatu proses yang dapat diukur dengan sistem ukur.

Perkembangan adalah proses menuju tahapan berikutnya yang tidak dapat diukur dengan angka.

Siklus hidup manusia pasti melalui tahapan ini:

  • Bayi
  • Anak-anak
  • Remaja dan Pubertas
  • Dewasa

Kita bahas lebih jauh ya!

 

Masa Bayi

Bayi ga mungkin tiba-tiba brojol dari perut perempuan tanpa sebab ya.

Ketika perempuan menikah maka sel telur akan dibuahi oleh sperma di tuba falopi kemudian akan menjadi zigot.

Proses itu disebut dengan fertilisasi.

Setelah fertilisasi terjadi, zigot memulai perjalanan selama lima hari ke rahim dan selama perjalanan akan terjadi pembelahan beberapa kali membentuk sel baru dan membesar hingga membentuk bola sel (tersusun atas 32 sel) berisi cairan yang dikenal sebagai blastokista.

Seperti gambar dibawah ini:

Perkembangan dari Fertilisasi Menjadi Blastosis

 

Setelah itu akan terjadi proses implantasi.

Implantasi adalah proses blastokista mengubur dirinya sendiri di dalam lapisan rahim untuk menyerap nutrisi darinya.

Blastokista menghasilkan hormon yang menjaga selaput rahim menebal dan mencegah menstruasi, nah kondisi ini nih yang sering disebut dengan kehamilan.

Untuk mengecek apakah perempuan hamil atau tidak, yang paling jelas adalah dengan cek apakah tubuhnya memiliki hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG) atau tidak.

Karena HCG ini satu-satunya tanda pasti kehamilan.

Ceknya gimana? Ya pake alat tes kehamilan yaaa, jangan pake tes psikotest hehe.

Hormon ini dibentuk sekitar 11 hari setelah terjadi pembuahan dan jumlahnya terus meningkat sampai 12 minggu di waktu kehamilan.

Blastokista setelah mengubur diri sendiri di rahim tentu ga diem aja.

Dia terus membelah diri untuk berkembang, yang bisa disebut mitosis.

Setelah sekitar delapan minggu, organ mulai terbentuk seperti jantung mulai berdetak.

Perkembangan bayi dalam delapan minggu ini dikenal sebagai embrio.

Setelah delapan minggu, embrio menjadi janin.

Janin dilindungi oleh genangan cairan ketuban, dikelilingi oleh selaput ketuban yang disekresikan oleh amnion.

Fungsi dari cairan ketuban jelas banget ya:

  • melindungi dari guncangan
  • menjaga suhu tubuh janin tetap stabil
  • memberikan ruang janin untuk bergerak
  • mengandung antibodi untuk melindungi janin dari infeksi

Oksigen dan nutrisi berasal dari plasenta melalui jalur kehidupan yang disebut tali pusar.

Nah biar jelas perhatikan gambar dibawah ini:

Janin usia 38 minggu

Janin terus berkembang, hingga akhirnya dilahirkan menjadi bayi seperti gambar dibawah ini:

perkembangan zigot menjadi bayi

Setelah bayi lahir, perkembangan bayi dari usia 1 sampai 15 bulan mengalami hal-hal luar biasa.

Ketika 1 bulan:

  • Melakukan gerak refleks
  • Menangis tanpa air mata
  • Bisa membedakan bunda dan ayah
  • Jarak pandang terbatas antara 18-45 cm saja

Ketika 2 bulan:

  • Mengangkat kepala meski masih oleng kapten
  • Mengoceh bahasa bayi
  • Tertawa

Ketika 3 bulan:

  • Mulai bisa menggenggam benda berukuran sedang
  • Berguling-guling
  • Meniru bunyi / intonasi suara orang dewasa

Ketika 4 bulan:

  • Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain
  • Mengulangi perilaku dimana mulai tertarik dengan respons lingkungan

Ketika 5 bulan:

  • Mengenal bunyi sekitar
  • Menyesuaikan gerakan tubuh dengan ukuran atau jarak benda

Ketika 6 bulan:

  • Bisa mulai duduk dengan bantuan orang dewasa
  • Mencoba merangkak

Ketika 6-8 bulan:

  • Masih duduk dengan bantuan orang dewasa
  • Tertarik mengulang suatu aktivitas

Ketika 7-11 bulan:

  • Mulai merangkak
  • Mengambil benda-benda kecil dimana koordinasi mata dan lengan mulai berkembang

Ketika 8 bulan:

  • Bisa mulai berdiri dengan bantuan orang dewasa

Ketika 8-12 bulan:

  • Mulai melakukan sesuatu dengan tujuan yang mulai jelas
  • Mencari benda yang hilang sesuai ingatan terakhir ada dimana

Ketika 9 bulan:

  • Meniru ekspresi wajah orang lain
  • Menggunakan gerak tubuh untuk berkomunikasi

Ketika 10-12 bulan:

  • Mengikuti gerak mata orang dewasa

Ketika 10-15 bulan:

  • Mengucapkan kata pertama
  • Berdiri sendiri tanpa bantuan

 

Masa Anak-Anak

Masa anak-anak dimulai pada usia dua tahun dan perkembangan gerakan fisik dan koordinasi mulai berkembang pesat.

Pada umur 3 tahun:

  • Mulai menjaga keseimbangan saat berdiri dengan satu kaki
  • Berbalik atau berhenti secara tiba-tiba atau cepat (larii gess)
  • Melompat setinggi 37-60 cm
  • Naik turun tangga tanpa dibantu
  • Menendang bola

Pada umur 4 tahun:

  • Mengontrol gerakan dan merespons saat diberi petunjuk
  • Naik turun tangga dengan langkah bergantian
  • Memanjat tali atau gelantungan di palang
  • Meniru, mengikuti dan menikmati gerakan yang dicontoh

Pada umur 5 tahun:

  • Lakukan gerakan konstan dengan waktu istirahat yang sebentar
  • Ikut permainan fisik yang sifatnya sosial
  • Naik sepeda roda 2 dengan roda bantu
  • Jalan di garis lurus, ke depan dan ke belakang
  • Lompat di tempat 1 kaki
  • Jalan di papan keseimbangan

 

Masa Remaja dan Pubertas

Remaja adalah fase perubahan dari anak-anak menuju dewasa.

Pubertas dimulai sejak anak-anak berusia 9 tahun sampai 15 tahun.

Pubertas ditandai dengan perkembangan seksual berupa mulai aktifnya hormon-hormon reproduksi.

Ciri-ciri pubertas pada pria:

  • Tumbuhnya rambut-rambut pada wajah
  • Suara membesar
  • Tumbuh jakun
  • Tumbuh rambut ketiak
  • Tumbuh rambut kemaluan
  • Penis membesar
  • Testis mulai menghasilkan sperma

Ciri-ciri pubertas pada wanita:

  • Tumbuh rambut di ketiak
  • Payudara membesar
  • Pinggul membesar
  • Tumbuh rambut kemaluan
  • Menstruasi

 

Masa Dewasa

Pada usia 30 tahun, manusia akan mengalami tanda-tanda penuaan, seperti tumbuhnya rambut putih, atau berkurangnya massa otot.

Pada usia pertengahan 40-50 tahun, wanita akan berhenti mengalami menstruasi yang disebut dengan menopause.

Sementara pada pria, maka produksi sperma akan berkurang.

Tetapi dengan menerapkan pola hidup sehat, diharapkan pria dan wanita dewasa dapat tetap aktif di sepanjang hidup mereka.

 

Keluarga Berencana

Istilah Keluarga Berencana dikenal luas oleh masyarakat Indonesia pada akhir tahun 1960.

Program ini bertujuan untuk mengatur jumlah dan jarak kelahiran anak, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga dengan memberikan kesempatan bagi pasangan suami istri untuk merencanakan kelahiran anak.

Program ini memperkenalkan metode kontrasepsi (pengontrolan kehamilan) dengan metode ataupun alat-alat kontrasepsi.

Kontrasepsi adalah metode atau cara mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Nah alat kontrasepsi yang umum adalah menggunakan kondom bagi laki-laki.

Tapi ada juga yang permanen yang disebut vasektomi, ketika saluran sperma seorang pria (vas deferens) dipotong/diikat secara permanen sehingga sperma tidak dapat keluar dari testis lagi.

Kalau untuk perempuan ada juga alat kontrasepsi seperti suntikan KB, pil KB, IUD.

Tapi yang permanen juga ada, disebut dengan tubektomi, ketika tuba falopi dipotong atau diikat.

 

Penyakit Menular Seksual

Infeksi menular seksual terdiri atas banyak jenis dan dapat menyebabkan penyakit serius seperti sifilis, gonore, dan herpes, HIV, AIDS.

Sebagian besar penyakit tersebut dapat diobati, tetapi dapat meninggalkan kerusakan permanen, terutama jika pengobatan dimulai terlambat.

Kok bisa terjadi infeksi menular seksual?

Itu terjadi karena seks bebas, yang artinya melakukan hubungan seksual bukan dengan pasangan sah nya, pasangan sah ini tentu aja hanya bisa diraih melalui pernikahan ya!

Jadi bagaimana jadinya kalau ada remaja. belum menikah, berani-beraninya udah melakukan hubungan seksual?

Wih selamat, remaja tersebut kandidat tertinggi untuk terkena penyakit!

Amit-amiiiit, kalian JANGAN PERNAH ya!

Jadi satu-satunya cara agar terbebas dari penyakit ini adalah hindari semua kontak seksual yang tidak sehat (di luar pernikahan) dan tetap setia pada pasangan yang sah suatu saat nanti ketika kalian sudah menikah ya!

 

Apabila kalian sudah cukup memahami materi ini, coba juga latihan soal materi ini pada link dibawah ini:

 

Latihan Soal IPA Kelas 9 Bab 3 Kurikulum Merdeka Revisi 2025

 

Sekian rangkuman yang dapat Admin bagikan kali ini tentang rangkuman Materi IPA Kelas 9 Bab 3 Kurikulum Merdeka Revisi 2025.

Jangan lupa share ke teman teman kalian apabila kalian merasa artikel ini bermanfaat untuk kalian.

Selalu kunjungi Portal Edukasi untuk rangkuman materi lainnya ya.

Baca Juga: Rangkuman Materi IPA Kelas 9 Bab 4 Kurikulum Merdeka Revisi 2025

 

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
error: Maaf Dilarang Copas Ya :)
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x