Loading...
Kelas 8Rangkuman MateriSBKSemester 2SMP

Rangkuman Materi SBK Kelas 8 Bab 14

rangkuman materi sbk kelas 8 bab 14

Rangkuman Materi SBK Kelas 8 Bab 14

Halo adik-adik berjumpa lagi di Portal Edukasi.

Pada kesempatan sebelumnya Admin telah membagikan rangkuman Materi SBK Kelas 8 Bab 13: Penerapan Pola Lantai pada Gerak Tari.

Pada kesempatan kali ini, Admin akan membagikan materi baru nih.

Yaitu rangkuman Materi SBK Kelas 8 Bab 14 : Menampilkan Tari Tradisional.

Yuk mari disimak!

 

Rangkuman Materi SBK Kelas 8 Bab 14

Menampilkan Tari Tradisional

 

Pengertian Tari Tradisional

Meski disini judulnya pengertian tari tradisional tapi Admin heran di buku ga ada sama sekali bahas pengertian 😀

Jadi loncat ke intinya ya yang Admin dapatkan 😀

Keunikan Gerakan Tari Tradisional

Setiap suku di Indonesia memiliki gerak tari yang berbeda-beda.

Perbedaan gerak tersebut menunjukkan kekayaan dan keunikan gerak tari tradisional Indonesia.

Beberapa contoh gerakan tari tradisional yaitu:

  • Tari Yospin Pancer dari Papua : gerak kaki yang ritmis disertai dengan permainan memukul tifa.
  • Tari Kecak dari Bali : penari duduk melingkar sambil menggerakkan tangan ke atas sebagai simbol lidah api yang menyala serta mengucapkan ”cak…cak…cak…” sebagai iringan gerak.
  • Tari Saman dari Aceh: penari menyanyi sambil melakukan gerak dengan menepuk hampir seluruh badan dan anggota badan.
  • Tari Burung Enggang dari Kalimantan : gerak pergelangan tangan ke atas dan ke bawah.
  • Tari Gending Sriwijaya dari Sumatra Selatan : lentikan gerak pada jari-jari tangan.
  • Tari Pakarena dari Sulawesi Selatan : gerakan kaki yang tertahan pada lantai dan tangan dengan
    menggunakan kipas.

 

Berlatih Gerak Tari Tradisional

Untuk berlatih gerak tari tradisional ini tidak dapat dirangkum ya 🙁

Karena memang sebuah gerakan tari harus sesuai dengan urutannya 🙂

Nah disini kita akan membahas gerakan Tari Pakarena dari Sulawesi Selatan.

Beberapa gerakan dari Tari Pakarena adalah:

  • Ajappa Na’na
  • Angngayung Kipasa Kanang
  • Sita’lei
  • Ammempo Kulantu
  • Angngangka Cinde
  • Angayung Kipasa Appa Sulapa
  • Adakka Tassikali-kali / Renjang- Renjang

Yuk kita pelajari caranya!

Gerakan Ajappa Na’na

Gerakannya adalah:

  • Tangan kiri menjepit sarung antara jari telunjuk dengan jari tangan yang terletak kirakira 30 cm dari paha (kingking lipa).
  • Tangan kanan memegang kipas dengan jari, kipas menghadap ke atas dan letak kipas sejengkal dari dada.
    Langkahkan kaki kanan ke depan, di susul dengan kaki kiri, sedang letak kipas seperti pada posisi awal, pandangan ke depan, lalu berjalan ke depan.

 

Gerakan Angngayung Kipasa Kanang

Gerakannya adalah:

  • Ayunkan tangan kiri di depan pusa.
  • Ayunkan kipas ke depan dada dan letak jari kipas menghadap ke bawah.
  • Ayunkan kipas ke arah kanan yang diikuti dengan melangkahkan kaki kanan ke samping kanan disertai pandangan ke kanan.
  • Kedua tangan masing-masing diayun ke samping kanan dan kiri, diikuti pandangan ke kiri, sedangkan bentuk jari kipas menghadap ke atas.
  • Putar kipas ke belakang dengan bentuk jari kipas menghadap keluar, diikuti pandangan ke belakang, posisi kaki jinjit di depan kaki kiri.
  • Putar kipas yang membentuk jari kipas menghadap ke atas, lalu kipas dikembalikan ke posisi semula.
  • Putarlah tubuh ke depan yang diikuti langkah kaki kanan ke depan, serta ayunan kedua tangan masing-masing ke samping badan dengan bentuk jari kipas menghadap ke atas.

 

Gerakan Sita’lei

Gerakannya adalah:

  • Melangkah berseberangan, yaitu kaki kanan ke samping kanan, ayunan kedua tangan masingmasing di samping badan diikuti dengan pandangan ke kanan dan bentuk jari kipas menghadap ke atas.
  • Ayunan kedua tangan di depan pusat yang berakhir di samping badan kanan dan kiri, kirakira sejajar dengan bahu, bentuk kipas tergantung, yaitu jari kipas menghadap ke bawah, kaki kiri di belakang kaki kanan dan pandangan kearah kanan.
  • Langkahkan kaki kiri ke belakang disertai ayunan kedua tangan di depan pusat, bentuk kaki kanan jinjit di depan kaki kiri yang diakhiri dengan mendhak.
  • Melangkah berseberangan, kaki kanan di samping kanan, ayunan kedua tangan masing-masing di samping badan diikuti dengan pandangan ke kanan dan bentuk jari kipas menghadap ke atas.
  • Ayunan kedua tangan di depan pusat yang berakhir di samping badan kanan dan kiri, kirakira sejajar dengan bahu, bentuk kipas bergantung yaitu jari kipas menghadap ke bawah, dan kaki kiri di belakang kaki kanan pandangan ke arah kanan.
  • Langkahkan kaki kiri ke belakang disertai ayunan kedua tangan di depan pusat, bentuk kaki kanan jinjit di depan kaki kiri yang diakhiri dengan mendhak.
  • Melangkah berseberangan, kaki kanan ke samping kanan, ayunan kedua tangan masingmasing di samping badan diikuti dengan pandangan ke kanan dan bentuk jari kipas menghadap ke atas.
  • Ayunan kedua tangan di depan pusat yang berakhir di samping badan kanan dan kiri, kirakira sejajar dengan bahu, bentuk kipas tergantung yaitu kipas menghadap ke bawah, kaki kiri di belakang kaki kanan dan pandangan kearah kanan.
  • Langkahkan kaki kiri ke samping kaki kanan disertai ayunan kedua tangan di depan pusat dengan posisi penari berhadapan, bentuk kaki kiri jinjit di samping kaki kanan dan diakhiri dengan mendhak.
  • Melangkah berseberangan kaki kanan ke samping kanan, ayunan kedua tangan masing-masing di samping badan diikuti dengan pandangan ke kanan dan bentuk jari kipas menghadap ke atas.
  • Ayunan kedua tangan di depan pusat yang berakhir di samping badan kanan dan kiri, kirakira sejajar dengan bahu, bentuk kipas tergantung yaitu jari kipas menghadap ke bawah, kaki kiri di belakang kaki kanan dan pandangan ke arah kanan.
  • Langkahkan kaki kiri ke belakang disertai ayunan kedua tangan di depan pusat, bentuk kaki kanan jinjit di depan kaki kiri yang diakhiri dengan mendhak.
  • Kaki kanan melangkah ke samping kanan diikuti kaki kiri, kedua tangan masing-masing diayun ke samping badan diikuti dengan pandangan ke kanan.
  • Tangan kiri diputar di atas kipas yang terletak di depan badan lalu kaki kiri diseret ke belakang diikuti kaki kanan untuk kembali ke bentuk semula.
  • Melangkah berseberangan, kaki kanan ke samping kanan, ayunan kedua tangan masingmasing di samping badan diikuti dengan pandangan ke kanan dan bentuk jari kipas menghadap ke atas.
  • Ayunan kedua tangan di depan pusat yang berakhir di samping badankanan dan kiri, kira-kira sejajar dengan bahu, bentuk kipas bergantung yaitu jari kipas menghadap ke bawah, kaki kiri di belakang kaki kanan dan pandangan ke arah kanan.
  • Langkahkan kaki kiri ke belakang disertai ayunan kedua tangan di depan pusat, bentuk kaki kanan jinjit di depan kaki kiri yang diakhiri mendhak.
  • Melangkah berseberangan, kaki kanan ke samping kanan, ayunan kedua tangan masingmasing di samping badan diikuti dengan pandangan ke kanan dan bentuk jari kipas menghadap ke atas.
  • Ayunan kedua tangan di depan pusat yang berakhir di samping badan.
  • Langkahkan kaki kiri ke samping kaki kanan disertai ayunan kedua tangan di depan pusat dengan posisi penari berhadapan, bentuk kaki kiri jinjit di samping kaki kanan yang diakhir dengan mendhak.
  • Melangkah berseberangan, kaki kanan ke samping kanan ayunan kedua tangan masingmasing di samping badan diikuti dengan pandangan ke kanan dan bentuk jari kipas menghadap ke atas.
  • Ayunan kedua tangan di depan pusat yang berakhir di samping badan kanan, kipas tergantung yaitu jari kipas menghadap ke bawah, kaki kiri di belakang kaki kanan dan pandangan ke arah kanan.
  • Langkahkan kaki kiri ke belakang disertai ayunan kedua tangan di depan pusat, bentuk kaki kanan jinjit di depan kaki kiri yang diakhiri dengan mendhak.
  • Kaki kanan melangkah ke samping kanan, diikuti kaki kiri kedua tangan masing-masing diayun ke samping badan diikuti dengan pandangan kanan.
  • Tangan kiri diputar di atas kipas yang terletak di depan badan, lalu kaki kiri diseret ke belakang disusul kaki kanan.
  • Duduk perlahan-lahan, bentuk jari kipas menghadap ke atas yang terletak di depan pusat yang tertumpu di atas antara paha dan lutut kanan, sedang tangan kiri diayun ke bawah untuk menjepit sarung (kingking lipa) dan pandangan tetap ke bawah.

 

Gerakan Ammempo Kulantu

Gerakannya adalah:

  • Putaran kedua tangan ke samping kanan dan kiri diikuti pandangan ke samping kanan.
  • Putaran kedua tangan yang berakhir di depan pusat lalu tangan kiri diletakkan di depan pusat dengan bentuk ujung jari menghadap ke bawah, sedangkan tangan kanan yang memegang kipas dengan bentuk jari-jari kipas menghadap ke atas.
  • Putaran kipas ke belakang diikuti pandangan ke belakang, bentuk jari kipas menghadap ke bawah dan tangan kiri masih tetap terletak di pusat.
  • Kipas dibalik sehingga bentuk kipas menghadap ke atas, lalu diayun ke depan dada untuk kembali ke bentuk semula yang selalu diikuti dengan pandangan.
  • Putaran kedua tangan ke samping kanan dan kiri yang diikuti pandangan ke samping kanan.
  • Putaran kedua tangan yang berakhir di depan pusat dengan bentuk ujung tangan menghadap ke bawah dan tangan kanan yang memegang kipas menghadap ke atas.
  • Putaran kipas ke belakang yang diikuti dengan pandangan ke belakang, sedang bentuk jari kipas menghadap keluar
  • Berdiri perlahan-lahan sambil mengayunkan tangan kiri ke atas lalu diputar di depan pundak yang diikuti dengan pandangan.
  • Tangan kiri diayun ke bawah samping kiri badan untuk menjepit sarung (kingking lipa) dengan berbarengan tangan kanan membalikkan kipas dengan bentuk jari menghadap ke bawah yang diakhiri dengan mendhak.
  • Ayunan kipas ke samping kanan badan dengan jari kipas menghadap ke atas, bentuk tangan kiri masih tetap kingking lipa, kaki kanan bergeser ke samping kanan, pandangan kearah kanan dan bentuk kaki jinjit sejajar dengan kaki kanan.
  • Ayunan tangan kiri ke atas yang diputar di depan pundak, kemudian diayun ke bawah untuk menjepit sarung yang berbarengan dengan kipasyang diputar di samping kanan paha, akhirnya bentuk kipas dalam keadaan tertutup.
  • Langkahkan kaki kanan ke depan yang disusul kaki kiri, bentuk kedua tangan mengayun kipas dalam keadaan tertutup di depan badan.
  • Tarikan kaki kiri ke belakang yang disusul kaki kanan, bentuk tangan kiri mengayun ke bawah untuk menjepit sarung, tangan kanan memutar kipas di depan pundak akhirnya bentuk kipas dalam keadaan terbuka dengan jari kipas yang menghadap ke luar.
  • Langkahkan kaki kanan ke samping kanan yang diikuti kaki kiri, bentuk tangan kanan mengayunkan kipas ke samping kanan.
  • Langkahkan kaki kiri ke samping kiri yang disusul kaki kanan bersamaan dengan tangan kiri yang diputar di belakang kipas.

 

Gerakan Angngangka Cinde

Gerakannya adalah:

  • Berdiri perlahan-lahan lalu tangan kiri diayun memutar di samping kipas sedangkan tangan kanan yang memegang kipas dengan selendang terletak di depan pusat juga.
  • Tangan kiri ke bawah di samping kiri badan untuk menjepit sarung sedangkan tangan diayun ke samping kanan sejajar dengan pundak yang diikuti dengan pandangan ke kanan.
  • Tangan kiri diputar lalu diayun ke pundak sedangkan kaki kiri disusul dengan kaki kanan.
  • Langkahkan kaki kanan yang disusul kaki kiri lalu kembali ke samping kiri sedangkan tangan kanan diayun ke samping badan sejajar dengan pundak yang diikuti dengan pandangan ke kanan dilakukan dengan dua kali.
  • Kedua tangan terletak di depan badan dengan memegang kipas dan selendang dengan pandangan ke depan.
  • Langkahkan kaki kanan ke belakang yang diikuti kaki kiri dengan ayunan tangan ke samping kanan badan posisi penari berhadapan.
  • Langkahkan kaki kiri ke belakang yang disusul kaki kanan dengan ayunan tangan ke depan badan akhirnya posisi penari bertolak belakang
  • Tangan kiri mengembalikan selendang ke tempat semula yaitu diletakkan di pundak kiri badan untuk menjepit sarung yang berbarengan dengan tangan kanan yang diputar sehingga bentuk kipas dalam keadaan terbuka yaitu jari kipas menghadap keluar yang terletak di depan dada.

 

Gerakan Angayung Kipasa Appa Sulapa

Gerakannya adalah:

  • Langkahkan kaki kanan ke samping kanan yang disusul dengan kaki kiri, tangan kanan diayun ke samping kanan badan dengan bentuk jari kipas menghadap ke atas yang diikuti dengan pandangan kanan.
  • Kaki kiri ke samping yang disusul kaki kanan, tangan kiri diayun ke atas sejajar dengan pundak lalu diputar dan turun ke samping kiri badan untuk kingking lipa dengan berbarengan tangan kanan lalu kembali ke depan dada dengan bentuk jari kipas menghadap ke bawah.
  • Ragam ini dilakukan sebanyak 4 kali dengan arah mata angin dan berakhir dengan jari kipas menghadap ke atas yang terletak di depan badan yaitu kembali pada posisi awal (posisi seperti semula).

 

Gerakan Adakka Tassikali-kali / Renjang-Renjang

Gerakannya adalah:

  • Tangan kiri menjepit sarung antara jari telunjuk dengan jari tengah yang terletak kira-kira 30 cm dari paha (kingking lipa).
  • Tangan kanan memegang kipas dengan jari kipas menghadap ke atas dan letak kipas sejengkel dari dada.
  • Langkahkan kaki kanan ke depan yang disusul dengan kaki kiri, sedang letak kipas seperti pada posisi awal, pandangan ke depan kirakira 3m dari depan lalu berjalan ke depan dengan hitungan 2 kali
  • Berjalan renjang-renjang untuk pulang (keluar) dengan posisi awal seperti pada ragam semula.

 

Apabila kalian sudah cukup memahami materi ini, coba juga latihan soal materi ini pada link dibawah ini:

 

Latihan Soal SBK Kelas 8 Bab 14

 

Sekian rangkuman yang dapat Admin bagikan kali ini tentang rangkuman Materi SBK Kelas 8 Bab 14.

Jangan lupa share ke teman teman kalian apabila kalian merasa artikel ini bermanfaat untuk kalian.

Selalu kunjungi Portal Edukasi untuk rangkuman materi lainnya ya.

Baca Juga:  Rangkuman Materi SBK Kelas 8 Bab 15
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Maaf Dilarang Copas Ya :)
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x