Loading...
Kelas 7PJOKRangkuman MateriSemester 1SMP

Materi PJOK Kelas 7 Jalan Cepat

Materi PJOK Kelas 7 Jalan Cepat

Materi PJOK Kelas 7 Jalan Cepat

Halo adik-adik berjumpa lagi di Portal Edukasi.

Pada kesempatan lalu Admin telah membagikan materi PJOK Kelas 7 Tenis Meja.

Pada kesempatan kali ini, Admin akan membagikan materi baru nih.

Yaitu rangkuman Materi PJOK Kelas 7 Jalan Cepat.

Yuk mari disimak!

 

Rangkuman Materi PJOK Kelas 7 Bab 3

Jalan Cepat

 

Pengertian dan Asal Usul Atletik

Jalan cepat merupakan salah satu cabang dari atletik.

Maka kita akan pelajari terlebih dahulu apa itu atletik yuk!

 

Pengertian Atletik

Atletik berasal dari bahasa Yunani, yaitu “athlon atau athlum” artinya pertandingan, perlombaan, pergulatan, atau perjuangan.

Atletik adalah salah satu cabang olahraga yang dipertandingan atau diperlombakan yang meliputi nomor jalan, lari, lompat, dan lempar.

Istilah “athletic” dalam bahasa Inggris dan bahasa Jerman mempunyai pengertian yang luas meliputi berbagai cabang olahraga yang bersifat perlombaan atau pertandingan, termasuk renang, bola basket, tenis, sepak bola, senam dan lain-lain.

 

Asal Usul Atletik

Menurut sejarah, bangsa Yunani yang pertama kali menyelenggarakan perlombaan atletik.

Atletik itu sendiri berasal dari bahasa Yunani “Athlos”, artinya lomba.

Pada nomor lari (marathon), nomor ini merupakan kegiatan berlari yang telah dimulai sejak tahun 490 sebelum Masehi.

Kegiatan itu berawal dari sebuah kota kecil yang bernama Marathon, 40 km dari Athena.

Baru pada tahun 1908, jarak marathon dibakukan menjadi jarak 42,195 km.

Olimpiade modern dilaksanakan atas prakarsa seorang warga negara Prancis yang bernama Baron Peire Louherbin pada tahun 1896 bertempat di Athena Yunani.

Organisasi olahraga atletik internasional baru terbentuk pada tanggal 17 juli 1912 pada Olimpiade ke-5 di Stockhom, Swedia dengan nama “International Amateur Athletic Federation” yang disingkat IAAF.

Pada tanggal 3 September 1950 di Indonesia berdiri PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).

 

Jalan Cepat

Sejarah Jalan Cepat

Jalan cepat diadakan pada tahun 1867 di London.

Pada tahun 1912 jalan cepat 10 km diselenggarakan pada lintasan sebagai salah satu nomor olimpiade

Tahun 1976 tercantum nomor jalan cepat 20 km, yang sejak 1956 dipertandingkan dalam olimpiade.

Tetapi pada olimpiade tahun 1980 di Mokswa, jalan cepat 50 km dicantumkan lagi dalam nomor perlombaan.

Dalam olimpiade modern perlombaan jalan cepat 20 km, dan 50 km telah lama menjadi nomor yang selalu diperlombakan.

Perbedaan Jalan Cepat dan Lari

Perbedaan jalan cepat dan lari yaitu gerakan jalan cepat selalu ada kaki yang berhubungan/kontak dengan tanah sedangkan gerakan lari, ada saat melayang pada waktu melangkah.

Gerak Spesifik Jalan Cepat
Gerak spesifik fase tumpuan dua kaki

Gerakan spesifik fase tumpuan dua kaki jalan cepat adalah sebagai berikut:

  • Fase gerakan tumpuan dua kaki ini terjadi sangat singkat.
  • Pada saat kedua kaki menyentuh tanah, pada saat itu pula berakhir dorongan yang diikuti oleh gerakan tarikan.
  • Tarikan ini lebih lama dan menyebabkan gerakan berlawanan antara bahu dan pinggul.
  • Lakukan gerakan fase tumpuan dua kaki berulang-ulang.

fase gerakan tumpuan dua kaki

 

Gerak spesifik fase tarikan kaki

Gerakan spesifik fase tarikan kaki jalan cepat adalah:

  • Fase gerakan tarikan dimulai setelah gerakan terdahulu selesai.
  • Gerakan ini dilakukan oleh kaki depan akibat kerja tumit dan koordinasi seluruh bagian badan.
  • Gerakan ini selesai apabila badan berada di atas kaki penopang.
  • Lakukan gerakan fase tarikan kaki berulang-ulang.

fase gerakan tarikan kaki

 

Gerak spesifik fase relaksasi

Gerakan spesifik fase relaksasi jalan cepat adalah:

  • Tahap ini berada antara selesainya fase tarikan dan awal dari fase dorongan kaki.
  • Pinggang ada pada bidang yang sama dengan bahu.
  • Lengan vertikal dan paralel di samping badan.
  • Lakukan gerakan fase relaksasi berulang-ulang.

fase relaksasi

Gerak Spesifik Fase Dorongan Kaki

Gerakan spesifik fase dorongan kaki jalan cepat adalah :

  • Fase ini dilakukan apabila fase terdahulu selesai dan bila titik pusat gravitasi badan mengambil alih kaki tumpu.
  • Kaki yang baru saja menyelesaikan tarikan mulai mengambil alih gerakan dorongan. Kaki yang lain bergerak maju dan diluruskan.
  • Jangkauan gerak yang lebar di mana pinggang berada pada sisi yang sama, maju searah, memungkinkan suatu fleksibilitas yang besar dan memberi kaki dorong waktu yang lebih lama bekerja dengan meluruskan pergelangan kaki.
  • Lengan melakukan fungsi pengimbangan secara diametris/wajar berlawanan dengan kaki.
  • Lakukan gerakan fase dorongan kaki berulang-ulang.

fase gerakan dorongan

 

Gerakan khusus jalan cepat

Ada dua gerakan khusus jalan cepat berdasarkan jenis lapangannya, yaitu:

  • Pada lintasan lurus
  • Pada lintasan menikung

Bagaimana caranya?

Yuk kita pelajari!

Gerakan jalan cepat pada lintasan lurus

Cara melakukan jalan cepat pada lintasan lurus adalah:

  • Berjalan sepanjang lintasan dan upayakan agar telapak kaki mengikuti sebuah garis lurus.
  • Menjaga agar badan bergerak pada jalur lurus sehingga tidak terjadi pengurangan jangkauan langkah ataupun kecepatan.
  • Berkonsentrasi pada gerak sebelah kaki dalam tahap penarikan dengan menancapkan tumit pada tanah dan berkonsentrasi pada gerak tersebut oleh kaki yang lain, kemudian perhatikan kedua kaki.
  • Sama seperti sebelumnya namun berkonsentrasi pada kaki pendorong.
Gerakan jalan cepat pada tikungan

Cara melakukan jalan cepat pada tikungan adalah:

  • Badan dan kepala diusahakan tetap vertikal, lengan bengkok pada siku dengan sudut ±90º.
  • Kaki belakang setelah melakukan dorongan dengan sempurna, bergerak maju ke depan, bengkok dan ujung jari kaki dekat dengan tanah.
  • Kaki depan ditarik ke belakang dan diluruskan sampai mencapai penarikan dan dorongan.
  • Kaki-kaki bergerak pada satu garis dalam arah jalan cepat dan titik pusat gravitasi menempuh jalur yang sama.

 

Hal-Hal yang Perlu Dihindari dan Diutamakan dalam Jalan Cepat

Ada hal-hal yang perlu dihindari dan diutamakan dalam jalan cepat.

Apa saja itu?

Hal-hal yang perlu dihindari dalam jalan cepat:

  • Kehilangan hubungan/kontak dengan tanah (terlepas dari permukaan tanah dan ada saat melayang).
  • Kecondongan badan terlalu ke depan atau tertinggal di belakang.
  • Menarik atau menurunkan titik pusat gravitasi badan.
  • Mendorong titik gravitasi menurut jalur yang zig-zag.
  • Langkah terlalu pendek.

Hal-hal yang perlu diutamakan dalam jalan cepat:

  • Pelihara lutut tetap lurus pada saat/fase menumpu.
  • Perkuatlah otot-otot belakang/punggung dan otot-otot daerah perut.
  • Cegahlah badan dan lengan diangkat terlalu tinggi.
  • Gerakkan kaki pada/di atas garis lurus.
  • Lakukan daya dorong yang penuh, gunakan gerak lengan yang mudah dan gerakan yang baik dari pinggang.

 

Apabila kalian sudah cukup memahami materi ini, coba juga latihan soal materi ini pada link dibawah ini:

 

Latihan Soal PJOK Kelas 7 Jalan Cepat

 

Sekian rangkuman yang dapat Admin bagikan kali ini tentang Materi PJOK Kelas 7 Jalan Cepat.

Jangan lupa share ke teman teman kalian apabila kalian merasa artikel ini bermanfaat untuk kalian.

Selalu kunjungi Portal Edukasi untuk rangkuman materi lainnya ya.

Baca Juga: Materi PJOK Kelas 7 Lari Jarak Pendek
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Maaf Dilarang Copas Ya :)
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x