Loading...
Kelas 10Rangkuman MateriSemester 2SMA/K

Rangkuman Materi PKN Kelas 10 Bab 7

Rangkuman Materi PKN Kelas 7 Bab 10

Rangkuman Materi PKN Kelas 10 Bab 7

Pada kesempatan sebelumnya Admin telah membagikan rangkuman Materi PKN Kelas 10 Bab 6: Ancaman terhadap Negara dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Pada kesempatan kali ini, Admin akan membagikan materi baru nih.

Yaitu rangkuman Materi PKN Kelas 10 Bab 7: Wawasan Nusantara dalam Konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Yuk mari disimak!

 

Rangkuman Materi PKN Kelas 10 Bab 7

 

A. Wawasan Nusantara

 

1. Pengertian Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Secara etimologis, wawasan nusantara berasal dari kata “wawasan” dan “Nusantara”.

Wawasan berasal dari bahasa “wawas” yang berarti pandangan, tinjauan, penglihatan, tanggap indrawi.

Wawasan berarti pula cara pandang dan cara melihat.

Nusantara berasal dari kata “nusa” dan “antara”.

Nusa artinya pulau atau kesatuan kepulauan.

Antara artinya menunjukkan letak antara dua unsur.

Jadi Nusantara adalah kesatuan kepulauan yang terletak diantara dua benua dan dua samudera.

Sedangkan terminologis menurut beberapa ahli wawasan nusantara adalah:

a. Menurut Prof. Wan Usman : “Cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.

b. Menurut GBHN 1998: “Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, dengan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.”

c. Dalam TAP MPR yang dibuat Lemhannas 1999: “Cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.”

Kesimpulannya, Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya.

 

2. Hakikat Wawasan Nusantara

Hakikat wawasan nusantara adalah keutuhan nusantara dalam pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan nasional.

Dalam GBHN disebutkan bahwa hakikat wawasan nusantara diwujudkan dengan menyatakan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.

 

3. Asas Wawasan Nusantara

Asas wawasan nusantara merupakan ketentuan atau kaidah dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara, dan diciptakan demi tetap taat dan setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia terhadap kesepakatan bersama.

Adapun asas wawasan nusantara yaitu:

  • Kepentingan yang sama
  • Keadilan
  • Kejujuran
  • Solidaritas
  • Kerja sama
  • Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama untuk menjadi bangsa dan mendirikan negara Indonesia.

 

B. Kedudukan, Fungsi, dan Tujuan Wawasan Nusantara.

1. Kedudukan Wawasan Nusantara

Wawasan Nusantara menjadi landasan visional dalam menyelenggarakan kehidupan nasional.

2. Fungsi Wawasan Nusantara

Wawasan Nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggaraan negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

3. Tujuan Wawasan Nusantara

Wawasan Nusantara bertujuan mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan pribadi, kelompok golongan, suku bangsa, atau daerah.

 

C. Aspek Trigatra dan Pancagatra dalam Wawasan Nusantara.

Trigatra meliputi:

  • Posisi dan Lokasi Geografis Negara
  • Keadaan dan Kekayaan Alam
  • Keadaan dan Kemampuan Penduduk

Pancagatra meliputi:

  • Ideologi
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sosial Budaya
  • Pertahanan Keamanan

 

1. Aspek-Aspek Trigatra
a. Letak dan Bentuk Geografis.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang bahasa asing dikenal sebagai archipelago kelvar.

Indonesia secara geografis terletak diantara dua benua dan dua samudra.

Yaitu benua Asia dan benua Australia.

Serta samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Sedangkan secara astronomis terletak pada 6º LU – 11º LS dan 95º BT -141º BT.

b. Keadaan dan Kemampuan Penduduk

Penduduk adalah sekelompok manusia yang mendiami suatu tempat atau wilayah.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketahanan nasional, yaitu:

  • Faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk.
    • Jumlah penduduk bisa berubah karena kematian, kelahiran, pendatang baru, dan yang pergi meninggalkan wilayah.
  • Faktor yang mempengaruhi komposisi penduduk.
    • Komposisi adalah susunan penduduk menurut umur, kelamin, agama, suku bangsa, tingkat pendidikan dan sebagainya.
    • Susunan itu dipengaruhi oleh mortalitas, fertilitas, dan migrasi.
  • Faktor yang mempengaruhi distribusi penduduk.
c. Keadaan dan Kekayaan Alam.

Bentuk sumber daya alam ada dua, yaitu:

  • Dapat diperbaharui
  • Tidak dapat diperbaharui

Sumber daya alam harus diolah atau dimanfaatkan dengan berprinsip atau asas maksimal, lestari, dan berdaya saing.

Asas maksimal artinya sumber daya alam dikelola atau dimanfaatkan harus benar-benar menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Asas lestari artinya pengolahan sumber daya alam tidak boleh menimbulkan kerusakan lingkungan, menjaga keseimbangan alam.

Asas berdaya saing artinya bahwa hasil-hasil sumber daya alam harus bisa bersaing dengan sumber daya alam negara lain.

 

2. Aspek-Aspek Pancagatra.

Hal-hal yang termasuk aspek pancagatra:

  • Ideologi
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sosial Budaya
  • Pertahan dan Keamanan

Ideologi adalah pengetahuan dasar atau cita-cita.

Prinsip yang harus diperhatikan dalam membangun ideologi:

  • Ideologi harus diaktualisasikan dalam bidang kenegaraan oleh WNI.
  • Ideologi sebagai perekat pemersatu.
  • Aktualisasi ideologi dikembangkan ke arah keterbukaan dan kedinamisan.
  • Ideologi harus dijadikan panglima.
  • Ideologi Pancasila mengakui keanekaragaman dalam hidup berbangsa.
  • Menyosialisasikan Pancasila sebagai ideologi humanis, relijius, demokratis, nasionalis, dan berkeadilan.

Politik diartikan sebagai asas, haluan, atau kebijaksanaan yang digunakan untuk mencapai tujuan dan kekuasaan.

Kehidupan politik dibagi kedalam 2 sektor yaitu sektor masyarakat yang memberikan input dan sektor pemerintah yang berfungsi sebagai output.

Kegiatan ekonomi adalah seluruh kegiatan pemerintah dan masyarakat dalam mengelola faktor produksi dan distribusi barang dan jasa untuk kesejahteraan rakyat.

Pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamika dalam kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan demi membela Pancasila dan UUD 1945.

Prinsip-prinsip Sistem Ketahanan Nasional:

  • Bangsa Indonesia cinta damai.
  • Berlandaskan Pancasila dan UUD 1945
  • Melibatkan segenap potensi dan kekuatan nasional.
  • Diselenggarakan dengan Sishankamnas dan Sishankamrata

 

3. Hubungan Antargatra

Antara tigatra dan pancagatra serta antagatra terdapat hubungan timbal balik.

Hubungan timbal balik tersebut dinamakan korelasi dan interdependensi.

Maksudnya adalah sebagai berikut:

  • Ketahanan Nasional pada hakikatnya bergantung pada kemampuan bangsa dan negara didalam mendayagunakan secara optimal gatra alamiah (trigatra).
  • Ketahanan nasional adalah suatu pengertian holistik, yaitu suatu tatanan yang utuh, menyeluruh dan terpadu.
  • Kelemahan di salah satu gatra dapat menyebabkan kelemahan di gatra lain.
  • Ketahanan nasional Indonesia merupakan suatu resultante keterkaitan yang integratif dari kondisi-kondisi dinamik kehidupan bangsa di semua bidang.

Sedangkan untuk hubungan antar gatra antara lain:

  • Gatra geografi
  • Antara gatra geografi dan gatra kependudukan
  • Antara gatra kependudukan dan gatra kekayaan alam
  • Hubungan antargatra dalam pancagatra.

Astagatra dalam pendekatan kesejahteraan dan keamanan mempunyai peranan tergantung dari setiap gatra.

Perhatikan penjelasan dibawah ini:

  • Gatra alamiah mempunyai peranan sama besar baik untuk kesejahteraan ataupun keamanan.
  • Gatra ideologi politik sosial dan budaya mempunyai peranan sama besar untuk kesejahteraan ataupun keamanan.
  • Gatra ekonomi relatif mempunyai peranan lebih besar untuk kesejahteraan daripada untuk keamanan.
  • Gatra pertahanan dan keamanan relatif mempunyai perananan lebih besar untuk keamanan daripada untuk kesejahteraan.

 

D. Peran Serta Warga Negara Mendukung Implementasi Wawasan Kebangsaan.

Beberapa peran serta warga negara:

  • Mendukung persatuan bangsa.
  • Berkemanusiaan yang adil dan beradab.
  • Mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan individu atau golongan.
  • Mendukung upaya untuk mewujudkan keadilan sosial dalam masyarakat.
  • Mewujudkan kepentingan nasional.
  • Mengembangkan IPTEK yang dilandasi iman dan takwa.

 

Baca Juga: Rangkuman Materi Seluruh Pelajaran

 

Sekian rangkuman yang dapat Admin bagikan kali ini, jangan lupa share ke teman teman kalian apabila kalian merasa artikel ini bermanfaat untuk kalian. Selalu kunjungi Portal Edukasi untuk rangkuman materi lainnya.

 

Tinggalkan Komentar...

avatar
  Subscribe  
Notify of
error: Maaf Dilarang Copas Ya :)